LONDON - Bicara tentang Harry Potter pasti tak bisa lepas dari sosok Daniel Radcliffe. Begitu juga sebaliknya, Potter dan Radcliffe adalah dua hal yang tak terpisahkan. Lantas bagaimana awal cerita dua sosok ini bisa menjadi satu kesatuan ketika Radcliffe terpilih untuk memerankan karakter penyihir dengan bekas luka petir tersebut?
Casting director film Harry Potter, Janet Hirshenson belakangan mengungkap alasan di balik terpilihnya Radcliffe memerankan Potter. Hirshenson membeberkan jika dibanding sosok Ron atau Hermione, karakter Potter adalah yang paling sulit dan terakhir dicari.
Sutradara Chris Columbus secara rinci meminta pemeran Harry Potter haruslah orang Inggris, umur tak lebih dari 13 tahun, dan yang tak kalah penting memiliki mata biru atau hijau. Hal itu dianggap penting karena JK Rowling selaku pencipta karakter Harry selalu bicara tentang warna mata sang penyihir cilik.
"Masalah umur sangat spesifik karena akan ada beberapa film (berikutnya), jadi kami tak bisa membiarkan bocah 13 tahun memerankan apapun. Mereka setidaknya harus pada usia yang pas sesuai karakter," cerita Hirshenson dilansir Huffington Post.
Ia melanjutkan,"Dan Harry, untuk semakin menyulitkan suasana, aku perlu anak bermata biru atau hijau karena bagian dari Harry adalah mata hijau atau biru-hijau, mereka tak boleh bermata coklat, itu salah satu alasan eliminasi."