JAKARTA - Demi menggapai impian menjadi anak band, para personel Gamma1 (baca: gammawan) terlebih dahulu menanam cabai di ladang, lalu hasil panennya dijual untuk masuk dapur rekaman.
Band yang diawaki Heri (vokal), Panji (kibor), Nilam (vokal), Alung (gitar), Anan (drum) dan Panji (bass) merupakan warga asal Dusun Mancung, Bangka Belitung. Maka dari itu, mereka menamakan bandnya Gamma1 yang kependekan dari Gabungan Pemuda Mancung yang ingin menjadi nomor satu.
Heri yang banyak membuat lagu untuk bandnya bercerita masuknya mereka ke industri musik adalah dengan modal nekat dari hasil penjualan cabai di Bangka Belitung, yang saat itu harganya sedang melambung tinggi. Lantas mereka datang ke Bandung untuk membuat demo rekaman.
“Datang rekaman di Bandung itu modalnya nekat. Kita dari Bangka, jualan cabai dulu. Nanam cabai sampai panen, terus uangnya lumayan, kita langsung ke rekaman di Bandung. Terus pemilik studionya iseng, ngerekam kita terus dimasukin ke Youtube, banyak yang nonton kita sehingga akhirnya ditarik sama label (Trinity Optima),” papar Heri saat berkunjung ke redaksi Okezone di gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Gamma1 dengan tegas memilih aliran musik mereka sebagai Melayu dengan cengkok dangdut. Vokal perempuan Nilam kental cengkok Melayu-nya. Musik meraka sangat disukai di kawasan Bangka Belitung maupun daratan Sumatera karena musik-musik seperti Rhoma Irama dan band-band Melayu di sambut baik di sana.
“Kita banyak mendapat inspirasi dari Rhoma Irama, ST12, Wali sama band melayu lainnya. Nilam ini cengkoknya dangdut banget dan kita mainnya musik Melayu jadi ya dikolaborasikan saja,” terang Heri.
Sebagai andalannya, Gamma1 mengeluarkan sebuah single yang bertajuk "1 Atau 2". Pertama dengar iringan keyboard mereka seperti musik khas Minang seperti yang diusung band Wali. Mereka juga memiliki single lainnya, yakni "Bapakku Dokter Cinta (Hal Biasa)", dan "7 Samudera".
(tre)