JAKARTA - Penutupan RBT yang diberlakukan pemerintah, berdampak besar pada kehidupan Giring. Vokalis Nidji itu menggantungkan hidup pada layanan RBT.
Menurutnya, regulasi RBT tidak harus diberlakukan karena musisi Indonesia tidak bersalah. Apalagi, sekarang ini sumber penghasilan para musisi selain dari manggung juga adalah dari RBT.
"Di situ ada impian anak saya yang harus saya kuliahkan. Impian istri dan keluarga saya. Ini semua efek domino. Kalau ini ditutup, yang rugi itu ke bawah," tegas Giring dalam jumpa pers di Hardrock Cafe, Jakarta, Senin (17/10/2011).
Selama ini, dia dan rekan-rekan musisi lain selalu jujur membayar pajak penghasilan. Namun ketika RBT yang dianggap sebagai salah satu media musik legal ditutup, semua langsung geram.
"Kita bayar pajak, kita jujur. RBT itu kan halal. Sedangkan yang tidak halal, malah enggak ditutup. Kayak download gratis dan pembajakan. Hal itu kan bisa merugikan banyak orang, termasuk saya," ketusnya.
Giring mengaku menyimpan kekhawatiran besar bila layanan RBT ditutup. "Iya takutlah saya. Yang jelas impian anak-anak saya bertengger di sini. Tapi kita orang kreatif, tidak akan merasa mentok untuk mencari penghasilan. Kita akan berjuang untuk menafkahi keluarga," tekadnya
(efi)