JAKARTA - Sejak sebelum dibekuk polisi karena narkoba, Sammy telah dipaksa Kerispatih keluar dari band. Jika benar nanti dipecat Kerispatih, Sammy bakal lebih sukses dari bandnya.
"Saya katakan kepada Sammy, kalau Kerispatih memecat, dia terima saja dengan hati besar. Karena itu pertanda Sammy akan jauh lebih besar daripada bandnya," seru Roy Marten usai membesuk Sammy di ruang tahanan Polres Jakarta Pusat, Senin (8/2/2010).
Sammy ditangkap polisi di kosan saat sedang mengonsumsi sabu-sabu pada Selasa, 2 Februari dinihari. Setelah ditangkap, personel Kerispatih baru menjenguk Sammy di kantor polisi pada Jumat, 5 Februari. Hingga sekarang, baru sekali Kerispatih datang.
"Sammy agak kecewa dengan teman-temannya, terutama keluarga Kerispatih. Saya mengatakan bahwa nilai keluarga bukan ketika kita berhasil. Nilai keluarga justru ketika anggota keluarga kita bermasalah, gagal atau mengalami suatu peristiwa yang tidak mengenakkan," sambung mantan narapidana narkoba itu.
Sammy ditangkap polisi saat menggunakan sabu-sabu. Diakui Sammy, terpaksa pakai narkoba karena tengah depresi setelah dipaksa Kerispatih menandatangani perjanjian yang isinya menyatakan jika Sammy terlibat narkoba, harus kembalikan uang Rp500 juta untuk Kerispatih.
Bila mengingkari prjanjian, pria kelahiran 8 September 1982 itu harus kembalikan Rp200 juta kepada Kerispatih. Bayaran Sammy saat show di luar kota Rp2 juta dan show dalam kota Rp1,5.
Selain itu, jika ada show dan media meminta foto bersama Kerispatih, Sammy dilarang berdiri di depan karena dianggap hanya additional (bukan personel inti). Sammy tidak boleh menjawab jika sedang wawancara dengan media tentang band, kecuali mengenai hal personal.
Sammy juga tidak boleh terima job di luar Kerispatih. Untung perjanjian ini belum ditandatangani, tapi surat itu telah dibubuhi materai.
Sepulang konser di Hong Kong pada akhir Januari lalu, Sammy disuruh Badai (personel Kerispatih) supaya keluar dari band. Sammy sedih dan menangis karena sangat mengasihi Kerispatih.
(ang)