JAKARTA - Rasa haru menyeruak ke dalam hati Dhini Aminarti saat melakoni ritual siraman jelang pernikahan 12 Desember 2009. Dhini menangis. Dia terkenang saat kecil dimandikan ibundanya.
"Aku sedih. Sudah dirawat sama mama dan papa dari kecil. Selama 26 tahun selalu bareng-bareng. Kebayang masa kecil suka dimandiin sama mama. Sekarang sudah enggak bisa dimandkann lagi," tutur Dhini di rumahnya Jalan Gotong Royong 37, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).
Selain kenangan dimandikan sang mama, Dhini juga teringat saat dulu sering disuapi mamanya makan. Semua kenangan itu memenuhi benak calon istri Dimas Seto ini hingga membuatnya menangis.
"Rasanya campur aduk, terharu. Aku sedih bukan karena enggak bisa bareng lagi sama mereka (orangtua), tapi intensitas pertemuan berkurang karena sudah mau menikah," imbuh Dhini.
Dhini menjalani siraman lantaran memang sudah menjadi impiannya sejak kecil.
"Dari kecil aku ingin kalau nikah pakai siraman. Selain karena itu tradisi keluarga, siraman mempunyai makna membersihkan lahir batin. Tadi sempat dimandikan (disiram) orangtua," jelas presenter cantik ini.
(ang)