JAKARTA - Tindakan Malaysia mengklaim tari Pendet dan kebudayaan Indonesia lainnya dianggap Dimas Seto sebagai sebuah sentilan bagi rakyat negeri ini.
"Ini bukan pertama kalinya. Kalau ada seperti ini, masing-masing saling menyalahkan. Seluruh masyarakat Indonesia tersentil, ini sentilan untuk kita juga," kata Dimas di rumah Adrie Subono, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2009) malam.
Bintang film ini memetik sisi positif dari pengakuan kebudayaan Indonesia oleh Malaysia.
"Mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini, kita lebih mencintai kebudayaan kita sendiri. Contohnya pariwisata. Buat apa ke luar negeri? Kebudayaan kita banyak yang belum kita kunjungi. Dengan mencintai kebudayaan kita, mereka jadi dua kali berpikir untuk merebutnya," jelas Dimas.
(ang)