LOS ANGELES - Tahun ini disebut-sebut sebagai tahunnya musisi Kanada. Pasalnya, penghargaan musik bertaraf internasional, Grammy Award, didominasi musisi Kanada.
Setidaknya, 20 nominasi di Grammy Award ke-50 diisi musisi asal Kanada, yakni band beraliran alternative-rock, Arcade Fire hingga Walter Ostanek. Leslie Feist masuk nominasi artis pendatang baru terbaik. Nominasi ini sejak lama tidak diisi oleh artis asal Kanada setalah Robert Goulet memenangkannya pada 1962.
Kemudian, Joni Mitchell dan Michael Buble, masing-masing menerima dua nominasi. Trio beraliran rock Rush turut ambil bagian dalam nominasi Grammy kategori rock instrumental performance. Ini merupakan kali pertama Rush masuk nominasi Grammy.
Bagi pengamat musik, para nominator tersebut memiliki nilai jual domestik yang cukup besar.
"Saat artis Kanada menjadi nominator, maka mereka benar-benar mampu menyematkan nama mereka. Perhatian publik berpengaruh besar bagi mereka dan membantu penjualan CD," ujar Ken Kirkwood, direktur produksi HMV Kanada, seperti dilansir Stuff.co.nz, Rabu (2/1/2008).
Kirkwood menambahkan, Feist sangat mungkin mampu memperoleh keuntungan dengan masuk dalam nominasi Grammy. Album Feist, "The Reminder" terjual lebih dari 500 ribu kopi di Amerika dan Kanada. Hasil ini berdasarkan riset Nielsen SoundScan.
Namun, Feist tak bisa langsung besar kepala dengan hasil itu. Pasalnya, dalam meraih Grammy Award, Feist punya saingan kuat yaitu Amy Winehouse yang masuk dalam enam nominasi Grammy. Dia dan Amy bersaing di tiga kategori.
Sedangkan Buble, dengan "Call Me Irresponsible" bersaing dengan album pop lainnya. Khusus di Kanada, Buble menduduki peringkat ke-9 di chart musik pop.
(ang)