JAKARTA - Basket diakui Samuel Rizal (Sammy) masih sebagai olahraga nomor sekian di Indonesia. Jika diminta membuat film tentang basket, dia tidak tertarik dan lebih memilih buat film action beladiri.
“Basket di sini belum seperti sepakbola. Masih olahraga yang kesekian, belum berani bikin film itu,” kata Sammy ditemui di Studio Gudang, Cililitan, Jakarta Timur, belum lama ini.
Menurutnya, lebih baik membuat film tentang memajukan basket. “Tapi kalau seperti tanding basket, belum bisalah,” tukas cowok yang memulai karir basket bareng Satria Muda Jakarta ini.
Sammy termasuk salah satu artis yang tidak ngoyo dalam menerima tawaran main film. Selain itu, dia juga masih terikat kontrak eksklusif bareng Soraya Intercine Films, sehingga belum bisa kemana-mana.
Sejak membintangi Eiffel I’m in Love bareng Shandy Aulia, Sammy baru tampil di beberapa film drama dan horor. “Gue juga enggak ngoyo-ngoyo amat. Harus ada film nih, enggak juga (begitu). Kalau ada cerita yang harusnya gue peranin dan ternyata miss, baru gue nyesel,” kata dia.
Sammy berencana akan membuat film tahun ini. Entah Soraya Intercine akan menanggapi idenya ini atau tidak, bagi cowok kelahiran 26 November 1980 ini akan tetap jalan terus.
Kalaupun Soraya Intercine tidak mau membuatnya, Sammy mengatakan akan tetap membuat dengan membentuk tim dan dia yang bertindak sebagai produsernya. Artis yang juga merupakan olahragawan ini bertekad menampilkan beladiri khas Indonesia, yakni silat Merpati Putih.
“(Genre) action, karena di tiga film kemarin kan horor sama drama. Dari kecil gue kan senang dengan beladiri. Terus gue juga basket. Jadi pergerakan gue enggak asing buat beladiri,” paparnya.
Tentang syuting bareng dengan Shandy Aulia, Sammy mengaku tidak terlalu kangen. “Enggak ada tuh mengulang kembali. Alasannya satu, kalau pionir itu sudah cukup,” pungkasnya.
(nov)