JAKARTA - Apa yang akan dilakukan D’Masiv jika sudah tidak lagi bermusik? Penasaran, bukan? Inilah yang akan dilakukan mereka jika tidak lagi eksis di industri musik tanah air.
“Kita ingin membuat investasi di bidang lain, karena kita menyadari kalau band itu tidak selamanya berada di atas,” ujar sang vokalis Rian saat ditemui bersama rekan-rekannya di Musica Studio, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2010).
Dia menambahkan tak sekadar menjadi penyanyi saja, namun juga ingin menghasilkan uang di bidang lain juga. Meski lahir dari ajang Wanted 2007 yang diselenggarakan Musica, D’Masiv sukses dengan hit single Cinta Ini Membunuhmu.
Namun perjalanan D’Masiv masih panjang. Salah satunya adalah membuat konser. Bagi mereka, momen yang pas adalah seperti saat tampil di RCTI, yakni saat merilisi album.
“Sebenarnya itu salah satu konser D’Masiv yang paling dikonsep,” kata dia.
Momen tersebut adalah pertama kalinya D'Masiv membawakan 10 lagu di televisi. Apalagi ada kolaborasi dengan musisi lain dan mengaransemen lagu yang berbeda.
"Kita sih penginnya setiap konser itu spesial, jadi buat penonton karena dia bayar kita kasih yang terbaik biar mereka nggak nyesel. Harusnya di Indonesia itu dikurangilah konser-konser gratis," ungkap Rian.
Senada dengan apa yang dikatakan gitaris Radiohead, Ed O'Brien, yang mengkampanyekan musik murah namun tetap menjanjikan untuk menonton konser berbayar. "Jadi harus bayar agar kita tahu antusiasme penonton murni karena benar-benar suka atau enggak," tutur Rian.
Tak salah jika musisi lokal juga ingin tampil di luar negeri. Seperti halnya Tompi yang tertantang untuk konser di Amerika Serikat, D'Masiv juga ingin tampil di London, Inggris. Hanya saja, sebelum merambah negeri orang, kata Rian, mereka bercita-cita mengelar konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
"Kebayang dong serunya. Kalau massivers se-Indonesia kumpul semua. Mimpinya sih kayak gitu," pungkas Rian.
(nov)