“Di sini yang sebenarnya terjadi adalah ketika itu aku lagi nonton pertandingan PSMS lawan Persija. Itu pertandingan besar pertama lagi yang kita tonton setelah bertahun-tahun PSMS enggak punya pertandingan sebesar itu. Jadi euforianya besar sekali,” ujar Oki.
Ia kemudian menceritakan bahwa di tribun lain terdapat sejumlah orang yang sedang berdiskusi mengenai apakah spanduk karhutla akan dipasang saat pertandingan berlangsung atau setelah laga selesai.
Melihat perhatian penonton mulai terpecah, Oki mengaku mendatangi mereka dan menawarkan agar spanduk dibentangkan setelah pertandingan. Ia bahkan menyatakan bersedia ikut memegang spanduk tersebut.
“Aku coba datang, aku coba bilang dan memberikan penawaran, ‘Bang, gini aja. Gimana kalau spanduknya nanti aja kita pasang setelah pertandingan. Sekarang kita dukung PSMS aja dulu, kita nonton pertandingan. Aku yang bakal megang nantinya’,” tuturnya.
Menurut Oki, orang-orang yang diajak berbicara saat itu menyetujui usulannya. Namun, ia kemudian menyadari masih ada diskusi lain yang berlangsung mengenai spanduk tersebut.