JAKARTA - Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia tengah menjadi perbincangan setelah memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei atau Pemberontakan Gwangju 1980 ke dalam episode terbarunya.
Bahkan tak hanya menjadi perbincangan di media sosial, protes itu juga berujung pada petisi yang meminta penayangan drama dibatalkan. Kontroversi ini mencuat setelah episode keenam drama yang dibintangi Kim Ji Won itu tayang pada 24 Oktober 2026.
Tak hanya menuai kritik dari sebagian penonton, pada penggemar juga bahkan meminta penjelasan langsung dari tim produksi. Mereka meminta pihak produksi menjelaskan alasan memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei ke dalam drama medis yang sebelumnya berfokus pada kemampuan dokter dan konflik di lingkungan rumah sakit.
Dalam lima episode awal, Doctor X mengikuti kisah Gye Su Jeong, dokter bedah jenius yang diperankan Kim Ji Won. Ia dikenal berani menghadapi berbagai persoalan di rumah sakit dengan mengandalkan kemampuan medisnya.
Namun, episode keenam menghadirkan cerita yang berbeda. Drama ini mengangkat kisah Oh Sang Beom, pasien yang mengalami luka tembak di kepala saat Gerakan Demokratisasi 18 Mei pada 1980.
Selama puluhan tahun, ia hidup dengan pecahan peluru di kepalanya serta trauma akibat peristiwa yang merenggut nyawa sang kakak. Kisah Oh Sang Beom menjadi bagian penting dalam episode tersebut ketika Gye Su Jeong mengambil alih penanganan medisnya.