Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panggung The Papandayan Jazz Fest 2026 Bakal Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |13:00 WIB
Panggung The Papandayan Jazz Fest 2026 Bakal Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi
Panggung The Papandayan Jazz Fest 2026 Bakal Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi. (Foto:  The Papandayan Jazz Fest)
A
A
A

JAKARTA - Musisi lintas generasi akan kembali bertemu dalam The Papandayan Jazz Fest (TPJF) di The Papandayan Hotel Bandung, Jawa Barat, pada 3–4 Oktober 2026. Mengusung tema ‘Sound to the Soul, TPJF 2026 akan menghadirkan lebih dari 50 program. 

Sekitar 70 persen dari 50 program tersebut berasal dari spektrum jazz dan turunannya. Konsep tersebut mempertemukan musisi senior, generasi baru, komunitas, dan penikmat musik yang ditandai dengan berbagai kolaborasi khusus. 

Barry Likumahuwa misalnya, akan tampil bersama pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi musisi jazz Indonesia. 

Ada pula Tribute to Koes Plus oleh The Gentlemen’s Club. Sementara Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra akan menghadirkan interpretasi baru dari berbagai karya band legendaris Tanah Air tersebut.

The Papandayan Jazz Fest
Panggung The Papandayan Jazz Fest 2026 Bakal Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi. (Foto:  The Papandayan Jazz Fest)

Program lain membawa karya Frank Sinatra ke dalam format pertunjukan berbeda. A Night of Frank Sinatra mempertemukan Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra. 

Sementara itu, Freedom Jazz Society menggabungkan kultur Disc Jockey dengan improvisasi jazz. Proyek tersebut melibatkan Rinni, Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan. Ragam kolaborasi itu menunjukkan luasnya pendekatan kurasi TPJF 2026.

Harry Pochang, Kurator TP Jazz Management mengatakan, identitas jazz tetap menjadi fondasi festival. Namun, perluasan audiens juga berjalan melalui kolaborasi dan regenerasi. “Menjaga identitas jazz dan memperluas audiens jazz merupakan dua hal yang selaras,” ujarnya.

Kurator lain TP Jazz Management, Venche Manuhutu menyebutkan, sekitar 70 persen program festival tetap berada dalam spektrum jazz. ”Sisanya, membuka ruang bagi eksplorasi musik lintas genre yang berkembang saat ini,” katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement