JAKARTA - Film animasi bertema kebangsaan yang sempat viral, Merah Putih: One for All, dipastikan bakal bertransformasi ke layar lebar dalam versi live-action.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang produser sekaligus sutradara, Endiarto. Ia menegaskan bahwa proyek alih wahana ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk dalam tahapan rencana nyata dari Perfiki selaku pemilik hak cipta (Intellectual Property).
Endiarto membeberkan, ide menggarap versi live-action ini berawal dari momen HUT RI pada Agustus lalu. Ia merasa heran lantaran minimnya karya baru yang mengangkat tema khusus tentang proklamasi kemerdekaan.
Berbeda dari versi animasinya, film live-action ini dirancang memiliki durasi standar film layar lebar bioskop, yakni mencapai 90 menit.
"Iya standar lah, paling lama kan ya kita 90 menit lah, standar untuk real movie lah," ujar Endiarto saat dihubungi awak media belum lama ini.
Endiarto menyadari, menggarap film laga hidup membutuhkan persiapan dan amunisi yang jauh lebih masif ketimbang format animasi yang sebelumnya digarap.
"Karena memang kalau real movie kan memang enggak bisa dikerjakan hanya dengan modal komputer, kan (tertawa). Ya jadi harus butuh amunisi, butuh ini lah," sambungnya.
Terkait lokasi produksi, Endiarto membocorkan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai arena pengambilan gambar utama. Saat ini pihaknya tengah menyusun proposal dan membidik sejumlah pihak untuk diajak berkolaborasi demi menyukseskan proyek tersebut.
"Kita sudah mempersiapkan, ya kita mau distribusi ya, mau nge-tag ke beberapa pihak untuk proposal, sponsor, dan sebagainya, gitu. Rencana kan kita syutingnya di Jogja," tandasnya.
(kha)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri