Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Bernadya, Royalti Pertamanya Jadi Harapan Bertahan Hidup Keluarga saat Pandemi

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 05 Juli 2026 |16:01 WIB
Cerita Bernadya, Royalti Pertamanya Jadi Harapan Bertahan Hidup Keluarga saat Pandemi
Bernadya
A
A
A

JAKARTA — Penyanyi muda bertalenta Tanah Air, Bernadya Ribka, membagikan kisah perjuangannya saat awal meniti karir sebagai penyanyi di industri musik. Salah satu cerita yang cukup melankolis adalah momen dimana royalti lagu pertamanya menjadi harapan hidup keluarga di tengah himpitan ekonomi yang melemah akibat adanya pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu. 

Kisah tersebut diceritakan Bernadya dalam sebuah podcast yang diunggah di channel YouTube milik Raditya Dika. Dalam podcast tersebut, ia menceritakan awal dirinya meniti karir di dunia musik melalui proyek bersama sang maka saat masih duduk di bangku SMP.

Ia sempat menyanyikan sebuah lagu yang akhirnya cukup digemari publik. Namun dari hits nya lagu tersebut ada beberapa hal rumit yang harus dihadapi Bernadya di usianya yang masih remaja. Seperti masalah hak cipta dan pembagian hasil kepada penulis lagu akibat lagu tersebut mendapat perhatian publik.

“Dari dulu aku pernah punya project berdua sama kakakku. Terus, terus kita bikin iseng aja. Karena kita juga masih SMP at that time kan? Tapi itu lagu yang bikinin orang lain, waktu itu. Terus habis itu, kan kalau dibikinin orang lain nggak semulus itulah, ada ribet begitulah lagunya naik dan lain-lain. Pokoknya kalau lagunya nggak terlalu banyak yang dengar, enggak ada masalah. Begitu banyak yang dengar, mulai,” kata Bernadya, dikutip Minggu (5/7/2026).

Akhirnya, ia pun disarankan dan didukung oleh sang ayah untuk membuat lagu sendiri. Di situlah titik awal dirinya berani membuat lagu dan menjadi satu titik balik dari karir bermusiknya yang sukses hingga saat ini. 

“Akhirnya kayak papaku bilang, ‘Kamu nulis aja lagu sendiri, kayaknya akan lebih mudah gitu loh’. Jadinya aku memberanikan diri nulis sendiri, terus aku akhirnya aku nulis. Memberanikan diri tanpa ekspektasi apa pun tentunya,” ucap dia.

Namun, tidak lama setelah ia merilis lagunya, pandemi Covid-19 melanda dan memberikan dampak penurunan ekonomi yang cukup signifikan terhadap keluarga Bernadya. Hal itu dikarenakan keluarganya mengandalkan bisnis klinik yang dijalankan sang ibu untuk kehidupan sehari-hari.

Sementara, saat covid 19 kebijakan pembatasan wilayah atau lockdown mulai diberlakukan. Bahkan tidak boleh ada kerumunan atau antrian orang di titik manapun sehingga sang ibu terpaksa harus menutup praktek kliniknya. 

“Ya, responsnya oke, tapi ya udah. Terus pandemi, lockdown, mamaku berhenti praktik. Karena pandemi kan enggak boleh, kan? Kan penghasilan terbesar di keluarga ini, kan mamaku adalah tulang punggung keluarga. Maksudnya dari klinik lah, dari klinik, kita jadinya bergantung dari situ aja,” tutur Bernadya.

Tapi, di tengah situasi pelik tersebut, sebuah keajaiban datang dari karya musik yang ia rilis sendiri lewat agregator bersama ayahnya. Lagu yang diunggah secara mandiri itu secara mengejutkan meraih jutaan streams hingga menghasilkan royalti yang sangat besar bagi seorang anak sekolah.

“Cuman dari laguku tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang bikin kita bisa bertahan hidup. Bukan bertahan hidup, itu lebih jauh melebihi bertahan hidup. Semengagetkan itu karena bener-bener pada saat itu besar. Besar untuk anak SMP dan untuk masa pandemi,” ungkap dia.

Pendapatan royalti yang tidak terduga tersebut pertama kali diketahui oleh sang ayah yang mengurus administrasi rekening agregator musik mereka. Bernadya mengaku kaget saat diberi tahu nominal pendapatan dari lagu tersebut. Momen inilah yang akhirnya menjadi titik balik bagi Bernadya untuk semakin percaya diri menekuni dunia menulis lagu. 

"Dari situ aku kayak, 'Oh, ini sesuatu yang aku suka dan bisa menghidupiku,' gitu," ujar Bernadya.

Sukses meniti jalur independen dan meraup keuntungan komersial sendiri tidak lantas membuat Bernadya berpuas diri. Ia akhirnya mengambil langkah strategis untuk bergabung dengan JUNI Records, label musik yang juga menaungi penyanyi Raisa.

Bernadya membeberkan bahwa keputusannya bergabung dengan label didasari oleh mimpi-mimpinya yang besar. Ia menyadari bahwa ia memerlukan ekosistem yang lebih profesional dan jaringan yang luas untuk mengembangkan karier musiknya ke level yang lebih tinggi.

"Aku tuh punya banyak banget mimpi gitulah. Dan aku rasa banyak hal yang aku enggak bisa capai kalau aku jalan sendiri. Aku butuh label yang punya koneksi banyak, aku butuh orang-orang yang lebih mengerti daripada aku,” beber dia.

Menariknya, sebelum resmi bersolo karier di bawah naungan JUNI Records, Bernadya dan kakaknya sempat didekati oleh banyak label musik. Namun, saat sang kakak memutuskan untuk tidak lagi serius terjun ke dunia tarik suara, mayoritas label mundur karena hanya ingin mengontrak mereka sebagai duo yang sudah memiliki basis proyeksi jelas.

JUNI Records menjadi satu-satunya label yang berani mengambil resiko untuk merilis Bernadya sebagai penyanyi solo dan membangun citra barunya dari titik nol.

"JUNI datanglah. Papaku bilang 'Mau enggak kalau Nadia doang?', 'Mau'. Gambling mulai dari nol lagi kita bikin. Kan mulai sebagai Bernadya dari nol, terus mereka kayak bener-bener, 'Ya udah kamu kirim demo kamu.' Ya udah aku kirim-kirim demo aku semuanya. Mau loh kayak kita bikin page-nya dari nol gitu. Ya udah kayaknya aku percaya deh," pungkas Bernadya.
 

(kha)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement