"Kepanjangan pandemi-nya, habis itu terus kita mulai habis pandemi itu membangun perpanggungan lagi. Jadi kayak, 'ya udahlah ini prioritas dulu nih kita manggung lagi dulu aja.' Akhirnya kayak cut lagi, sambil nyicil-nyicil lagi, balik lagi ke studio lagi. Eh ternyata apa ada kejadian sama saya, sakit segala macam, kepotong lagi gitu," ucap Tria.
Selain faktor eksternal, perubahan sistem kerja melalui label rekaman sendiri juga memengaruhi ritme perilisan karya mereka.
Dipa, sang pemain bass, menyebut bahwa proses enam tahun ini justru mendewasakan mereka dalam berkomunikasi sebagai sebuah tim yang kini bergerak secara mandiri.
"Mulai pandemi itu kita udah mulai mandiri, jadi semua-semuanya itu dilakuin sendiri. Nah itu butuh koordinasi, butuh komunikasi yang lebih intens antara sesama personil. Dan alhamdulillahnya ya mungkin butuh 6 tahun ini ya gara-gara prosesnya di situlah yang lebih matang," kata Dipa.
Meski telah dua dekade lebih berkiprah di industri musik Tanah Air, Tria mengaku semangat grup bandnya untuk terus melahirkan karya tidak pernah luntur.