Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Film Animasi Pelangi di Mars Siap Tayang di Momen Libur Lebaran

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 20 Februari 2026 |08:30 WIB
Film Animasi <i>Pelangi di Mars</i> Siap Tayang di Momen Libur Lebaran
Film Animasi Pelangi di Mars Siap Tayang di Momen Libur Lebaran. (Foto: Mahakarya)
A
A
A

JAKARTA – Film Pelangi di Mars akan memulai debutnya di seluruh bioskop Tanah Air pada libur Lebaran tahun ini. Proyek produksi Mahakarya Pictures itu diharapkan mampu mencapai sukses serupa film Jumbo yang juga tayang di libur Lebaran 2025.   

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyambut hangat perilisan film tersebut. “Film ini merupakan bukti pencapaian industri film Tanah Air yang memanfaatkan perkembangan teknologi,” katanya di SCBD, Jakarta Selatan, pada 19 Februari 2026.

Irene mengatakan, film Pelangi di Mars tak sekadar pionir IP lokal dengan teknologi canggih, melainkan wadah penanaman etika bagi generasi muda. Hal itu terlihat dari cara pengemasan film yang mengusung pesan moral dan etika.

Di lain pihak, Dendi Reynando, produser film Pelangi di Mars mengungkapkan, penggarapan film animasi tersebut berangkat dari kegelisahannya melihat minimnya konten anak dan keluarga di bioskop Tanah Air. 

Pelangi di Mars (Mahakarya)
Film Animasi Pelangi di Mars Siap Tayang di Momen Libur Lebaran. (Foto: Mahakarya)

“Setiap mengajak anak-anak ke bioskop, pilihan untuk anak-anak pasti minim. Sekalipun ada, biasanya film Hollywood kan. Kalaupun ada film anak lokal mungkin jarang sekali,” tutur Dendi.

Selain itu, film Pelangi di Mars merupakan jawaban atas kegelisahan dari minimnya kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) lokal Indonesia di kancah global. Sementara di dalam negeri, diberondong IP dari luar negeri.

“Coba deh datang ke toko mainan gitu, pasti kalian dengan mudah melihat IP dari luar, sebut saja Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. IP lokal jarang banget,” ungkap Dendi menambahkan.

Kondisi itu, menjadi dasarnya mengembangkan film Pelangi di Mars. Sehingga intellectual property (IP) lokal mampu bersaing dengan dominasi produk IP luar negeri. Dendi menekankan, pentingnya penguatan IP lokal di toko mainan maupun film.

 

Di sisi lain, penggarapan film Pelangi di Mars juga menjadi catatan sejarah baru bagi industri kreatif Tanah Air. Pasalnya, film tersebut menggunakan teknologi hybrid yang menggabungkan live action dan animasi. 

“Teknologi yang kami gunakan dalam film ini investasinya terbilang masuk akal. Produksinya sendiri membutuhkan waktu selama 5 tahun dengan mengombinasikan live action dan animasi,” paparnya.

Pelangi di Mars (Mahakarya)
Film Animasi Pelangi di Mars Siap Tayang di Momen Libur Lebaran. (Foto: Mahakarya)

Film Pelangi di Mars berkisah tentang Pelangi, bayi pertama yang lahir di Mars, dan teman-teman robotnya. Dia meneruskan misi ibunya untuk menemukan mineral yang dapat membantu mengatasi krisis air di Bumi.

Pelangi di Mars dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta menampilkan penampilan suara dari Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya.*

(SIS)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement