Sementara itu, Pandji diketahui mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 3 Februari 2026. Kedatangannya bertujuan untuk membuka ruang dialog sekaligus mengklarifikasi maksud di balik pertunjukan Mens Rea agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Alhamdulillah tadi dialognya berjalan sangat menyenangkan, bahkan penuh dengan tawa. Sebagai seniman, bagi saya, dialog itu krusial. Ketika saya membuat karya, tentu akan ada banyak penafsiran,” ungkapnya.*
(SIS)