JAKARTA - Pandji Pragiwaksono menarik perhatian publik setelah dilaporkan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan penistaan agama, pada 8 Januari 2026.
Pandji dilaporkan terkait materi stand-up comedy yang dibawakannya dalam Mens Rea. Ini sebenarnya bukan pertama kali Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke pihak berwajib akibat materi stand-up yang dibawakannya.
Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai pelopor stand-up comedy modern Indonesia. Dia lahir di Singapura, pada 18 Juni 1979. Pandji tumbuh dengan minat yang sangat kuat dalam bidang seni, pendidikan, dan isu-isu sosial.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Gonzaga Jakarta, Pandji melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung prodi Desain Produk.
Nama Pandji mulai dikenal publik di awal tahun 2010 ketika stand-up comedy mulai berkembang pesat di Indonesia. Namun sebelum menyentuh panggung lawak, dia mengawali karier sebagai penyiar radio di Hard FM Bandung bersama Tike Priatnakusumah.
Sebagai komika, dia dikenal dekat dengan isu-isu nasionalisme, pendidikan, toleransi, hingga kritik sosial. Sebelum Mens Rea mencuri perhatian, dia sudah lebih dahulu mencuri perhatian lewat pertunjukan Bhinneka Tunggal Tawa, Merdeka Dalam Bercanda, dan Mesakke Bangsaku.
Tak cuma sebagai komika, Pandji turut berkarier sebagai musisi hip-hop, penulis, hingga podcaster. Ia pun pernah menulis film Partikelir yang menambah panjang deretan kariernya di dunia hiburan.
Melalui karya-karyanya, komika 45 tahun tersebut mengekspresikan pandangan hidup, kritik sosial, serta refleksi personal. Dia juga sering diundang sebagai pembicara di berbagai seminar, kampus, dan forum profesional.