Bagi Panji, makhluk seperti genderuwo justru terasa biasa dibandingkan fenomena ini. Ada pula sosok siluman dengan kaki terbalik, berjalan maju namun arah tubuhnya seakan mundur, yang menurutnya merupakan makhluk tidak sempurna dari alam lain.
Pengalaman paling sering membuat bulu kuduk merinding adalah pertemuannya dengan ular yang matanya bisa mengedip. Panji menegaskan bahwa ular normal tidak memiliki kelopak mata, sehingga jika ada ular yang mengedip, besar kemungkinan itu bukan hewan biasa.
Ia pernah menemukan ular berukuran sangat besar di zona senja hutan, yang hanya menatap lalu mengedip sebelum menghilang. Ciri lain ular kiriman atau teluh adalah bau amis yang sangat menyengat, berbeda dengan ular liar yang umumnya tidak berbau.
Di balik semua kisah mistis itu, Panji menyampaikan pesan penting tentang sikap manusia terhadap alam. Ia menegaskan bahwa eksplorasi alam dan satwa harus dibarengi tanggung jawab, bukan eksploitasi.
Konten tentang hewan seharusnya bersifat edukatif dan beretika, tidak menyiksa atau mempermainkan makhluk hidup. Bagi Panji, alam memiliki cara sendiri untuk menjaga keseimbangannya, dan manusia yang masuk tanpa niat baik akan “disortir” oleh energi yang ada di dalamnya.
Saksikan cerita lengkapnya hanya di @robbypurbaofficial.
(kha)