Tetapi sebagai pelaku ekonomi kreatif, Girry juga mengatakan persoalan pembajakan itu kembali kepada masyarakat. Meskipun fenomena ini sangat berdampak luas, bagi mereka bergerak di industri perfilman di Tanah Air.
"Sekarang kalau buka ada situs aneh-aneh sudah diblokir, harus buka pake VPN. Sebenarnya solusinya kalau telegram juga bisa, karena film dibajak mereka pake link tetapi kembali lagi ke masyarakat Indonesia," beber dia.
"Kalau saya jual tetapi nggak ada yang beli susah, makanya masih banyak peminat yang suka nonton bajakan. Tetapi beda-beda tipis mereka beli bajakan kaset Rp.7 ribu ke bioskop Rp.15 ribu atau Rp.25 ribu," tutur Girry Pratama.
(aln)