JAKARTA - Setelah hampir 3 tahun tak ada konser secara offline, kini telah banyak festival musik dan konser yang kembali digelar. Tak hanya musisi Tanah Air, ada beberapa musisi dunia yang turut menggelar konser di Indonesia.
Antusiasme pecinta musik akan konser tersebut dapat dirasakan saat pembelian tiket. Bagaimana tidak, para penggemar harus berjuang berebut tiket secara online atau yang disebut ticket war.

Tak memperdulikan harga, tak jarang para penggemar yang kehabisan tiket rela membeli dengan harga yang fantastis kepada calo. Ini pun dirasakan oleh banyak penggemar grup musik Coldplay.
Fenomena ini pun menarik pakar ekonomi untuk membahasnya. Novita Ratna Satiti selaku dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengungkapkan jika pada dasarnya tak masalah bagi orang yang ingin memanjakan diri setelah mencapai tujuan dengan nonton konser.
Hanya saja, keputusan untuk menghabiskan uang jutaan rupiah perlu dipertimbangkan. Pertimbangan terkait finansial dan manajemen keuangan pribadi menjadi hal utama.
“Penting untuk melihat kembali anggaran dana yang ada, agar tidak mengganggu keseimbangan keuangan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kebutuhan pokok dan tabungan masa depan dirasa tetap aman, maka sah-sah saja membeli tiket konser sebagai bentuk apresiasi diri,” kata Novita dikutip Jumat (16/6/2023).

Novita pun menegaskan agar pemerintah selalu mempertimbangkan besaran dana yang dikeluarkan untuk membeli tiket. Bila ada seseorang menilai konser itu penting dan menjadi pengalaman berkesan, maka sah-sah saja. Terlebih jika menganggapnya sebagai investasi emosional yang ternilai harganya.
Akan tetapi, apresiasi diri dengan membeli tiket konser jutaan rupiah bisa saja menghambat finansial, jika tak dipikirkan dengan matang. Novita pun mengungkapkan, bentuk apresiasi diri tidak selalu dengan menghamburkan uang dengan jumlah besar, namun ada alternatif lain yang bisa dicoba yakni memilih band-band lokal dan nasional yang harganya tidak begitu tinggi.