Share

Saksi Kunci Kasus Penyekapan Nindy Ayunda Klaim Disuruh Beri Keterangan Palsu

Ravie Wardani, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 33 2713991 saksi-kunci-kasus-penyekapan-nindy-ayunda-klaim-disuruh-beri-keterangan-palsu-OU9VPBz5LV.jpg Nindy Ayunda (Foto: IG Nindy Ayunda)

JAKARTA - Saksi kunci kasus dugaan penyekapan dan perampasan kemerdekaan yang melibatkan Nindy Ayunda mengungkap fakta baru saat diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan belum lama ini.

Adapun saksi tersebut merupakan seorang perempuan berinisial LK. Dia disinyalir pernah bekerja sebagai baby sitter di kediaman Nindy Ayunda.

Kepada awak media, LK mengaku ikut disekap bersama mantan sopir Nindy, Sulaeman, selama 30 hari.

Nindy Ayunda

"Trauma banget, aku enggak mau datang ke Polres lagi, sebenarnya aku enggak mau ke daerah (Jakarta) Selatan, karena semua kejadian ada di Jakarta Selatan," kata LK usai menjalani pemeriksaan.

Dalam kesempatan tersebut, LK juga didampingi kuasa hukum terlapor, Fahmi Bachmid. Fahmi menjelaskan, saksi tersebut juga sempat dipaksa memberikan keterangan palsu dalam jumpa pers yang pernah dilakukannya beberapa waktu lalu.

"Ada paksaan juga dia harus preskon dan menyampaikan bahwa 'saya tidak disekap'. Logikanya, kalau dia tidak disekap, mengapa dia harus menyampaikan kepada salah satu wartawan. Kalau memang tidak disekap, ya enggak usah ngomong sama media, pulang aja," jelas Fahmi Bachmid.

"Tapi justru dia dipaksa menyampaikan bahwa dia enggak disekap. Kalau nggak ngomong begitu, dia pasti diancam dan ketakutannya sampai sekarang. Itu sudah disampaikan ke BAP siapa pelakunya, pasti lebih dari satu," sambungnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Fahmi menjelaskan pelaku juga mengancam akan mencongkel mata LK hingga membunuhnya apabila dirinya membeberkan kejadian penyekapan itu.

"Seperti itu, dia diancam untuk menyatakan tidak disekap. Kalau tidak disekap, kenapa harus ngomong? Yang bikin saya kaget, pada saat dia diperiksa, dia ngomong 'mata saya akan dicongkel, saya akan dibunuh, atau Leman yang di bunuh', Itu yang paling penting," tutup Fahmi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini