Share

Klarifikasi Kotak Usai Posan Tobing Minta Hak Royalti

Sukainah Hijarani, Okezone · Sabtu 08 Oktober 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 33 2682963 klarifikasi-kotak-usai-posan-tobing-minta-hak-royalti-vF0sf2Xw82.jpg Kotak Band (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kotak yang beranggotakan Tantri Syalindri Ichlasari, Swasti Sabdastantri (Chua), dan Marion Marcella (Cella). Mereka angkat bicara terkait video yang beredar, pada tanggal 3 Oktober 2022 dari eks personel Kotak, Posan Tobing yang menyatakan dirinya tidak mendapatkan haknya atas royalti performance rights.

Berdasarkan PP (Peraturan Pemerintah) No.56 jo UU Hak Cipta yang membayarkan hal tersebut adalah LMK (Lembaga Manajemen Kolektif). Dalam hal ini adalah Wami (Wahana Musik Indonesia).

“Ada aturannya, saya kasih contoh, buat temen-temen kata kan perform menggunakan lagu kotak. Kalian tidak perlu membayarnya kepada kami, tetapi kalian membayarnya ke WAMI. Nanti WAMI yang akan memberikannya kepada kami,” kata Tantri seperti dikutip dari postingan Instagram pribadi Tantri @tantrisyalindri, Jumat (7/10/2022).

Posan Tobing

“Jadi, ini sebenarnya hak semua pelaku seni ataupun pencipta lagu kalau kalian ingin mendapatkan hak. Performance royalti silakan mendaftarkan diri ke WAMI menjadi membernya WAMI. Nanti akan mendapatkan hak tersebut melalui WAMI,” tambahnya.

Tantri pun menyinggung perihal memblok Posan Tobing. Ia mengaku hal itu mereka lakukan setelah Posan memposting cuitan yang menyerang personel Kotak. Vokalis band Kotak itu lebih memilih untuk tidak memikirkan hal itu, sebab ada urusan yang lebih penting.

“Jadi, memang kondisi kalau saya menjabarkan kondisi saya saat ini, orangtua saya tuh sedang satu bulan belakangan ini tuh udah keluar masuk ICU. Jadi, konsentrasi saya tuh sudah terfokuskan untuk orangtua saya, gitu,” tutur Tantri.

Lead vocal itu juga menjelaskan kalau dirinya bersama personel yang lain masih menjaga silaturahmi. Pada tahun 2013, Tantri mengatakan pergi ke rumah Posan Tobing dan bertemu dengan orangtuanya bersama manajer Kotak, Aldi.

“Bang Posan inget tahun 2013, bang Posan pasti lupa. Kalau saya dan juga mas Aldi selaku manajer Kotak pernah sowan datang ke rumah bang Posan bertemu dengan orangtua bang Posan juga, gitu. Dan sampai detik ini pun, kita masih berhubungan baik, ada bukti chat WhatsApp. Gak ada yang berubah nomor telepon masih sama, alamat masih sama. Bahkan, management kami pun masih sama. Jadi, tidak kesulitan untuk berhubungan sama kami, gitu,” jelas Tantri.

Wanita 33 tahun itu mengungkapkan selalu mendoakan yang terbaik untuk bang Posan. Tantri juga berharap atas video klarifikasi ini bisa mencerahkan kerabat kotak, dan semua teman-teman publik.

“Semenjak Posan memutuskan untuk mengundurkan diri dari kotak tahun 2011 untuk memutuskan membuat projekan. Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk prjekannya bang Posan. Jadi, ya kami yakin video klarifikasi ini akan mencerahkan kerabat kotak, dan semua teman-teman. Terima kasih banyak cukup sekian,” tandas Tantri.

Cella pun menanggapi mengenai postingan posan yang menyatakan lagu-lagu, pelan-pelan saja, selalu cinta, dan Masih Cinta adalah ciptaannya. Namun, dirinya ingin meluruskan bahwa ada peran Dewiq dan Pay di situ. Ia pun menjabarkan presentasenya.

“Lagu pelan-pelan saja Dewiq 50%, Pay 25%, sisanya 25% dibagi 4 masing-masing mendapatkan 6,25%. Lagu Selalu Cinta, Dewiq 50%, Pay 30% sisanya 20% dibagi 4 masing-masing mendapatkan 5%. Lagu Masih Cinta, Dewiq 50%, Pay 12,5%, sisanya 37,5% dibagi 4 masing-masing mendapatkan 9,38%. Lagu Tinggalkan Saja ciptaan kotak dan Pay, lirik saya yang buat, gitu,” ujar Cella.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Tapi memang ada lagu-lagu yang diciptakan Posan sendiri, kaya kerabat kotak, Cinta Jangan Pergi, Kuingin Sendiri, ya. Itu memang murni 100% ciptaan Posan. Semenjak 2011 memutuskan keluar. Kami hampir tidak pernah membawakan lagu itu, kan,” sambungnya.

Gitaris Bas Kotak, Chua menambahkan mereka masih mengingat kepada orang yang berjasa kepada Kotak dari dulu, hingga sekarang.

“Kami juga bukan kacang yang lupa pada kulitnya. Kita juga masih mengingat sekali gitu. Siapa yang berjasa buat kita, bagaimana proses kita dulu, dari 2004 sampai sekarang, ya,” imbuh Chua.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini