Share

Ternyata Hotman Paris Hampir Jadi Pengacara Ferdy Sambo, Batal Gara-Gara Ini

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 33 2671538 ternyata-hotman-paris-hampir-jadi-pengacara-ferdy-sambo-batal-gara-gara-ini-HRJDBKLnQo.jpg Hotman Paris Hutapea (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengaku sempat mengiyakan tawaran untuk menjadi pengacara Ferdy Sambo serta istri Putri Candrawathi (PC).

"Irjen Pol Sambo melalui kuasa hukumnya minta saya jadi pengacaranya, katanya Ibu PC juga maunya Hotman Paris," ujar Hotman di Podcast Deddy Corbuzier dikutip pada Selasa (20/9/2022).

Harga juga yang ditawarkan juga telah disepakati oleh Hotman Paris untuk mengawal kasus pembunuhan Brigadir J. "Jujur saya sudah sempat bilang iya dan harganya juga telah disepakati," tutur Hotman Paris.

Hotman Paris Hutapea

Mendengar pengakuan tersebut, Deddy Corbuzier tampak terkejut, lantas kembali menegaskan pertanyaannya. "Bang Hotman, sudah sempat bilang iya," tanya Deddy Corbuzier.

Namun sebelum mengiyakan, ternyata Hotman Paris sempat tak bisa tidur selama tiga hari. Bahkan ia sempat diamuk oleh istri dan anaknya, ketika bercerita niatnya untuk menerima tawaran jadi pengacara Ferdy Sambo

"Tapi sebelum saya bilang iya, saya tiga hari saya nggak bisa tidur. Saya bilang sama istri nggak boleh, istri saya langsung ngamuk, begitu saya bilang si Frank (anak) ia ngamuk (bilang) emang bapak kurang duit? saya pusing," terang Hotman Paris.

"Istri marah, anak marah. Di medsos jutaan orang meminta saya untuk jadi kuasanya Bharada E, sama jadi kuasa almarhum Brigadir J. Nah ini gimana nih. Tiga hari saya pikir-pikir," sambungnya.

Setelah itu Hotman pun menolak tawaran tersebut, setelah mendapatkan laporan berkas yang diberikan oleh kuasa hukum Ferdy Sambo.

"Saya waktu itu mau, bukan karena tergoda uangnya. Waktu itu mau karena saya sudah dapat data dari kuasa hukumnya seolah-olah ini (kasus Ferdy Sambo) bukan pembunuhan berencana tapi spontan," ungkap Hotman Paris.

Sebagai seorang pengacara, Hotman menyebutkan bahwa kasus Ferdy Sambo adalah 'dream case' bagi pengacara. Pasalnya kasus tersebut diperhatikan secara nasional dan pengacara akan muncul setiap hari.

"This is a dream case bagi pengacara karena mendapat perhatian nasional, nama kamu akan muncul setiap hari," jelas Hotman Paris.

Sebagai informasi, Ferdy Sambo merupakan tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Mantan Kadiv Propam itu dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini