Share

Caca Handika Ungkap Jasa Rhoma Irama dalam Perjalanan Karirnya Sebagai Pedangdut

Selvianus, MNC Portal · Minggu 18 September 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 18 205 2669880 caca-handika-ungkap-jasa-rhoma-irama-dalam-perjalanan-karirnya-sebagai-pedangdut-X04Vc8zAgQ.jpg Caca Handika (Foto: Instagram)

ADA peran Raja Dangdut Rhoma Irama dalam perjalan karir seorang Caca Handika. Berkat Rhoma, pria berusia 64 tahun ini akhirnya memilih untuk terjun ke musik dangdut dan mendapatkan banyak pelajaran dari karya-karya sang pendiri Soneta Band tersebut..

Menurutnya melalui karya-karya dari ayah Ridho Rhoma ini, secara otomatis dia berguru kepada Haji Rhoma Irama. Bahkan, hingga dirinya berhasil memulai karir profesionalnya pada tahun 1972 sebagai gitaris utama dalam grup hard rock & rock and roll bernama Teen Peace's Group.

"Saya mengakui bahwa guru saya utama untuk urusan musik adalah bang Haji Rhoma Irama. Karena saya memulai di dunia musik, nyanyi adalah berguru pada karya-karya Bang Haji Rhoma Irama sampai sekarang," kata Caca Handika kepada awak media, di Kawasan Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Caca Handika lantas menyebutkan, walaupun kini namanya cukup dikenal masyarakat, ia tetap saja mengidolakan sosok Haji Rhoma Irama. Selain terkenal di dunia musik, pelantun Gala Gala ini juga cukup familiar dalam membuat lagu.

Caca Handika

Tak heran bila suami dari Marwah Ali ini cukup dikenal di kalangan masyarakat. Bukan hanya populer di dunia tarik suara, tetapi pria 75 tahun ini juga cukup populer di dunia akting lewat beberapa film yang diperankan, salah satu terkenal yakni Camelia.

"Bahkan kemarin baru saya sempat bawain lagu 'Aku Suka Soneta'. Memang sebenarnya isi lagu merupakan sebuah pengakuan. Memang beliaulah, saya bisa memulai berkarya," jelasnya.

Lebih lanjut, Caca Handika menuturkan kalau sosok Haji Rhoma Irama dianggapnya sebagai guru. Hal itu disebabkan karena pelantun Begadang cukup komplit sebagai musisi, pemain film, pendakwah hingga belakangan terjun sebagai politikus.

"Waduh istilah piring atau mangkok ketika saya menilai mangkok, bahkan sampai luber. Nggak bisa dinilai secara langsung," lanjut dia.

"Satu dalam berkarya lagu itu sangat dahsyat. Kedua dalam bermusik sangat dahsyat, dia dalam ibadah juga keliatan. Kita bisa jadikan panutan, jadikan guru," tutur Caca Handika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini