Share

Desak Polri Usut Tuntas Kasus Nindy Ayunda, Ahmad Sahroni: Agar Terang Benderang

Ravie Wardani, MNC Portal · Senin 12 September 2022 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 33 2665933 desak-polri-usut-tuntas-kasus-nindy-ayunda-ahmad-sahroni-agar-terang-benderang-0H6PlvP6Tl.jpg Nindy Ayunda (Foto: Instagram Nindy Ayunda)

JAKARTA - Wakil Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, ikut mengomentari kasus dugaan penyekapan yang melibatkan Nindy Ayunda.

Komentar Ahmad Sahroni ini, buntut dari surat terbuka yang dibuat Nikita Mirzani selaku terlapor. Adapun surat terbuka tersebut disebarluaskan melalui akun sosial media miliknya.

Surat terbuka yang ditulis ibu tiga anak tersebut menyinggung sejumlah nama petinggi, mulai dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ahmad Sahroni, hingga Hotman Paris Hutapea.

Nindy Ayunda

Tak hanya itu, Nikita dalam surat terbukanya juga menyentil instansi terkait seperti Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri.

"Saya minta Polri menyelidiki kasus tersebut agar terang benderang untuk keadilan," ujar Sahroni.

Hingga saat ini, kasus dugaan penyekapan yang dialami mantan sopir Nindy Ayunda, Sulaeman, pun belum menemukan titik terang.

Kasus tersebut bermula dari istri Sulaeman, Rini Diana, yang melaporkan Nindy Ayunda sejak Februari 2021.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/904/II/YAN2.5/2021/SPKT PMJ dengan sangkaan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. Nindy Ayunda pun sudah diperiksa polisi.

Pengacara Sulaeman, Fahmi Bachmid, bahkan sempat mengatakan ada oknum polisi yang menyaksikan ketika kliennya mengalami dugaan penyekapan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Fahmi menyampaikan hal tersebut kepada awak media. "Saat Bapak Sulaeman disekap, ada oknum polisi yang menyaksikan peristiwa itu," kata Fahmi Bachmid.

Fahmi juga telah mengadukan masalah oknum itu ke Polres Jakarta Selatan, tempat kasus ini ditangani.

Ia bahkan menyebut pihak Polres telah mengantongi nama oknum yang dimaksud. "Silahkan tanya ke penyidik Polres Jaksel. Mereka sudah tahu oknum polisi yang dimaksud itu," ujar Fahmi Bachmid.

Atas dugaan adanya oknum polisi ini di TKP (Tempat Kejadian Perkara), Fahmi pun memiliki kecurigaan tersendiri. Apalagi, kasus tersebut telah berjalan selama setahun dan belum menemukan kepastian hukum.

"Bahwa patut diduga ada keterlibatan oknum di sini atau setidak-tidaknya dia tahu di dalam peristiwa ini," tutur Fahmi Bachmid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini