Share

Dianggap Tak Masuk Akal, Ernest Prakasa Dkk Gugat Pembatalan Merek Open Mic

Ravie Wardani, MNC Portal · Kamis 25 Agustus 2022 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 33 2654253 dianggap-tak-masuk-akal-ernest-prakasa-dkk-gugat-pembatalan-merek-open-mic-YkRPsGTDnM.jpg Stand Up Comedy Indonesia (Foto: MPI)

JAKARTA - Stand Up Comedy Indonesia resmi menggugat terkait pembatalan merek Open Mic yang sempat dipatenkan ke DJKI (Dirjen Kekayaan Intelektual) pada 2013 silam.

Adapun gugatan tersebut dilayangkan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Berdasarkan pantauan, sejumlah komika ternama seperti Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, Adjis Doaibu, Mo Sidik, Gilang Baskara, hingga Oki Rengga pun menyambangi PN Jakpus.

Stand up Comedy Indonesia

Mereka juga didampingi seorang kuasa hukum bernama, Panji Prasetyo.

"Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa Open Mic ini merupakan istilah umum yang jamak digunakan di seluruh dunia untuk pertunjukan Stand Up Comedy," kata Pandji Prasetyo selaku kuasa hukum, Kamis (25/8/2022).

"Ternyata di Indonesia sudah didaftarkan oleh seseorang pada tahun 2013," sambungnya.

Lebih lanjut, Panji Prasetyo juga menilai sikap tersebut cukup meresahkan kalangan komika.

"Karena pihak yang mendaftarkan gugatan ini mengirimkan somasi kemana-mana meminta bayaran untuk setiap acara yang bertajuk Open Mic," jelasnya.

"Ini jelas sangat tidak masuk akal dan kesabaran teman-teman komika sudah habis, mereka menghubungi kami dan hari ini datang intinya satu mengajukan gugatan pembatalan merek dan meminta pengadilan untuk mengembalikan merek Open Mic untuk menjadi milik publik," tambah sang kuasa hukum.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal senada juga disampaikan komedian Ernest Prakasa. Dia menilai tidak ada yang berhak mendaftarkan merek Open Mic sebagai milik pribadi.

"Itu ibaratnya ada orang yang ngedaftarin Pentas Seni atau Festival Jajanan gitu sehingga orang yang membuat acara serupa dipalak di suruh bayar. Ini sama sekali enggak masuk akal. Jadi kita coba untuk menggugat itu sih," tutur Ernest.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini