Share

Via Vallen Gelar Mapag Panganten Adat Sunda, Ternyata Ini Alasan Dibaliknya

Ayu Utami Anggraeni, Jurnalis · Minggu 17 Juli 2022 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 17 33 2631140 via-vallen-gelar-mapag-panganten-adat-sunda-ternyata-ini-alasan-dibaliknya-TatTLhhG5d.jpg Via Vallen dan Chevra Yolandi (Foto: Instagram)

RANGKAIAN acara pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi telah berakhir. Prosesi Mapag Panganten bahkan menutup serangkaian acara pernikahan keduanya, mulai dari pengajian hingga resepsi pernikahan, yang digelar sejak 13 Juli 2022 kemarin.

Prosesi Mapag Panganten dibuka dengan nyanyian Sunda 'Panganten Anyar' pada pukul 15.00 WIB. Kemudian acara dilanjutkan oleh Indra Bekti dan Ramzi beserta Haris sebagai host.

Jika sebelumnya, segala rangkaian prosesi mengusung adat Jawa, kini di Mapag Panganten Via Vallen dan Chevra Yolandi ini mengusung adat Sunda. Bukan tanpa alasan, ternyata ibunda pelantun Sayang ini berasal dari Bandung, Jawa Barat.

"Ternyata ibunda Via Vallen beserta neneknya berasal dari Sunda Tegalega, Bandung, Jawa Barat," ungkap Ramzi saat siaran langsung.

Via Vallen dan Chevra Yolandi

Prosesi Mapag Panganten ini dilakukan sebagai ungkapan rasa hormat kepada sang ibunda.

Adapun Mapag Panganten ini diartikan sebagai prosesi menjemput pengantin. Via Vallen dan Chevra Yolandi dijemput oleh para penari lengser, untuk diantarkan ke atas pelaminan.

Haris menjelaskan bahwa makna adanya lengser di dalam pernikahan adat Sunda yaitu dipercaya untuk menolak bala.

Seperti diketahui, Via Vallen dan Chevra Yolandi telah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka melangsungkan akad nikah pada Jumat (15/7/2022) di Hotel JW Marriot Surabaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini