Share

Ditonton Ratusan Ribu Orang, Bian Gindas Rilis 'Bukan Untukku' Serentak di 7 Negara

Vania Ika Aldida, Okezone · Minggu 26 Juni 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 205 2618273 ditonton-ratusan-ribu-orang-bian-gindas-rilis-bukan-untukku-serentak-di-7-negara-A5pDnn9xtm.jpg Bian Gindas (Foto: Ist)

GRUP band Bian Gindas masih terus berusaha untuk mempertahankan eksistensi mereka di dunia musik tanah air. Digawangi oleh Bian (vokal), Adjie (bas), dan Safir (drum), band yang kini berada di bawah naungan Pelangi Records ini baru saja merilis single terbaru mereka.

Bertajuk 'Bukan Untukku', lagu yang liriknya diciptakan oleh Bayu 7 Warna dan Dio ini merupakan single ke-17 mereka. Bahkan video klip lagu tersebut sudah mendapat ratusan ribu viewers, sejak di unggah pada 10 Juni 2022 di YouTube, hingga membuat Bian sang vokalis memiliki harapan terhadap kesuksesan single barunya bersama rekan-rekannya.

“Syukur Alhamdulillah, single Bukan Untukku dari band Bian Gindas ini adalah single ke-17 yang dirilis di label musik ternama Pelangi Records dan secara serentak sudah dirilis secara all platform digital di 7 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Hong Kong," papar sang vokalis, Bian.

"Harapan kita semoga single terbaru ini bisa kembali sukses mengikuti single-single sebelumnya,” lanjutnya.

Bian Gindas

'Bukan Untukku' merupakan single yang menceritakan tentang perjuangan seorang lelaki untuk membahagiakan pasangannya. Akan tetapi ditengah perjalanan cintanya, pria tersebut harus merasakan pahitnya dikhianati dan ditinggal pergi oleh sang kekasih.

Lagu yang video klipnya disutradarai oleh Reza Jawas ini tentunya sangat easy listening, serta catchy secara visual. Bahkan lagu tersebut dipersembahkan oleh Bian Gindas untuk seluruh penggemar mereka yang berada di tujuh negara di Asia.

“Semoga single ini nantinya hits dan populer di masyarakat musik Indonesia, dan single Bukan Untukku ini juga spesial kita persembahkan untuk para penggemar grup musik Bian Gindas yang selama ini berada di tujuh negara,” pungkas Safir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini