Share

Pihak Putra Siregar Pertanyakan Bukti Visum dalam Surat Dakwaan

Selvianus, MNC Portal · Kamis 23 Juni 2022 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 33 2616998 pihak-putra-siregar-pertanyakan-bukti-visum-dalam-surat-dakwaan-EaGBqeHnXG.jpg Putra Siregar (Foto: MPI)

JAKARTA - Putra Siregar dan Rico Valentino telah menjalani sidang perdana kasus pengeroyokan terhadap Muhammad Nur Alamsyah (MNA) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan digelar secara virtual. Usai sidang, kuasa hukum Putra Siregar dan Rico Valentino, Nur Wafiq Warodat, mempertanyakan bukti visum korban dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum.

Dia menyoroti bukti visum yang terlampir dalam surat dakwaan, baginya sedikit berbeda. "Saya nggak bisa komentar lebih jauh karena sudah masuk ke materi persidangan. Tetapi yang kita dengar bersama di dalam dakwaan dibacakan, bahwa hasil visumnya tampak bengkak di sudut bibir sebelah kanan," kata Nur Wafiq Warodat, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kamis (23/6/2022).


Sidang Perdana Putra Siregar

Dia menjelaskan kalau bukti yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, pihaknya belum mengetahui bukti tersebut. Menurutnya pihaknya belum mempunyai akses untuk melihat langsung bukti visum yang dimaksud.

"Kami tidak ingin mendahului proses persidangan, kita lihat di pengujian. Kita belum mendapatkan akses dalam visum tersebut," ujar Nur Wafiq Warodat.

Lebih lanjut, sempat disinggung awak media untuk mengajukan eksepsi terkait surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum. Dia menilai surat dakwaan yang disusun, tentunya telah cermat dan jelas.

Namun dengan bukti visum yang menurut mereka kurang cocok, dia menekankan akan membuktikan pada sidang lanjutan. Sedianya akan digelar pada Kamis 30 Juni 2022 mendatang dengan agenda menghadirkan saksi dan bukti dari JPU.

"Karena eksepsi hanya menyangkut formal penyusunan surat dakwaan. Kami menilai secara formal, surat dakwaan penuntut umum telah disusun secara cermat jelas dan lengkap," ungkapnya

"Bukan berarti setuju secara materinya ya, tetapi secara formal sudah jelas dan lengkap, jadi tidak ada alasan ajukan eksepsi. Sedangkan tidak sependapat tentang materi isinya, maka kami mohon ke pengadilan untuk ke proses selanjutnya untuk ke pembuktian," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Rico Valentino dan Putra Siregar diduga melakukan pengeroyokan terhadap Muhammad Nur Alamsyah di Cafe Code milik Reza Rabbani, di kawasan Senopati, Jakarta Selatan pada 2 Maret 2022 dini hari. Aksi pengeroyokan oleh keduanya dipicu selebgram Chandrika Chika.

Selain itu Putra Siregar dan Rico Valentino akan didakwa dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 KUHP ayat (1) jo. Turut serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini