Share

4 Fakta Perjalanan Spiritual Dewi Lestari Menemukan Tuhan

Adelline Tri Putri Marcelline, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 33 2613966 4-fakta-perjalanan-spiritual-dewi-lestari-menemukan-tuhan-DCdTIBipo1.jpg Dewi Lestari. (Foto: Instagram @deelestari)

JAKARTA - Dewi Lestari sempat mengalami perjalanan spiritual yang panjang dan mendalam. Sebelum resmi memutuskan untuk memeluk Buddha, ia beragama Kristen.

Perjalanan spritualnya ini ia ungkapkan dalam kanal YouTube Daniel Mananta beberapa waktu lalu. Seperti apa kisah spiritualnya? Berikut rangkumannya.

Dewi Lestari

1. Melamun soal Tuhan

Dewi Lestari tumbuh di keluarga Kristen Protestan yang taat. Sang ibu bahkan selalu memintanya untuk melakukan sekolah Minggu. Meski merasa setengah hati karena hari itu merupakan hari libur, dia tetap melakukannya.

“Karena dulu kan kita sekolah sampai Sabtu kan? Minggu tuh cuma satu-satunya kesempatan gue libur, bertahun-tahun gue selalu tanya kaya ‘Why, gue harus sekolah Minggu?” ucapnya dalam kanal YouTube Daniel Mananta, dikutip Sabtu (18/6/2022). 

Tetapi pengalamannya tersebut berubah ketika sang ibu meninggal dunia. Dia merasa bebas untuk merenungkan kembali kepercayaannya. Hingga suatu ketika ia mendapat lamunan tentang Tuhan dan Iblis.

“Gue lagi sendirian di kamar, gue merenung dan melamun begini, ‘Kalau Tuhan adalah putih dan Iblis adalah hitam, bagaimana putih bisa tahu dia putih kalau tidak ada hitam, dan bagaimana hitam tahu dia hitam kalau tidak ada putih?” ucap dia.

“Artinya putih ini punya ketergantungan sama besar terhadap hitam sebagaimana hitam pun tergantung kepada putih, jangan-jangan posisinya equal (sejajar) dong harusnya,” tambah Dewi.

Dia pun merasa terkejut dengan lamunannya dia itu. Dia juga akhirnya meyakinkan dirinya sendiri untuk tak lagi berpikiran seperti demikian.

2. Tulisan Dewi Lestari yang Seolah Berbicara dengan Tuhan

Setelah perenungannya itu, ia meyakini bahwa setiap pertanyaan akan menuntunnya kepada jawaban. Tanpa disengaja, ia menemukan satu buku yang berjudul Conversation with God. Buku itu menceritakan tentang seorang yang meminta jawaban dari Tuhan.

Setelah membaca buku itu, tulisannya pun menurutnya berubah sudut pandang. Dia merasa tulisannya menjadi sebuah obrolan dari Tuhan kepada dia.

“Ketika gue nulis, tulisan gue itu berubah. Dari yang aku, aku, aku berubah menjadi kamu, kamu, kamu. Itu seperti kaya ada orang yang mengambil alih tiba-tiba perspektifnya berganti, bukan gue lagi yang bercerita tetapi kaya ada sesuatu yang mengamati hidup gue dari luar,” ucap Dewi.

3. Putuskan Tak Beragama

Perjalanan spiritual penyanyi sekaligus penulis buku itu sempat membawanya tak memilih agama manapun. Sebab menurutnya tak perlu ada medium yang menghubungkan antara dirinya dan Tuhan.

"Sehingga lama-lama gue bingung 'gue ngapain kalau gitu ya' berarti ketika gue mendengarkan orang berkhotbah bahwa ada medium antara lo dan Tuhan. Tapi ketika kita bisa (ngomong) langsung kehadiran medium ini menjadi relevan, dan itu yang membuat gue akhirnya merasa 'mendingan gue kosong dulu deh'," lanjutnya.

4. Memeluk Agama Buddha

Saat memutuskan untuk tak memeluk agama manapun, istri Reza Gunawan tersebut merasa ada yang hilang dalam hidupnya, yaitu kebutuhan untuk memiliki sebuah ritual.

Namun untuk menghormati keberadaan Tuhan, ia memilih untuk melakukan meditasi dan yoga. Ia kemudian mencari ajaran agama yang paling dekat dengan hal tersebut.

"Somehow, gue merasa sangat tertarik dengan seni meditasi itu sendiri dan, dari lima agama yang ada, gue merasa yang paling sering gue temui berbicara tentang meditasi atau mendalami meditasi adalah Buddhism," ucapnya.

Lalu dia pun mantap memutuskan untuk beragama Buddha. Keputusannya itu tak langsung berjalan mulus. Dia mengalami pengalaman menarik saat mengunjungi vihara di Lembang, Bandung. Saat itu ia menyampaikan niatnya untuk memeluk agama Buddha kepada salah satu biksu.

"Terus dia melihat gue 'Mau jadi Buddhis? Saya rasa kamu pikir-pikir dulu aja deh. Nggak usah kok jadi Buddhis. Direnungkan saja dulu, kalau mantap datang lagi',” tuturnya.

Alih-alih kecewa mendengar jawaban tersebut, ia justru merasa tertantang. Dia pun makin yakin kepada niatnya.

“Gue bayangin itu kejadian di tempat lain 'wah mari-mari, lo bisa bawa teman-teman lo enggak?'. Wah ini enggak butuh umat nih, suka gue, gue jadi tertantang," sambung dia.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini