Share

Happy Salma Keringat Dingin 'Jadi' Istri Kedua Presiden Soekarno

Ravie Wardani, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 33 2597283 happy-salma-keringat-dingin-jadi-istri-kedua-presiden-soekarno-QjKsSa9MnB.JPG Happy Salma (Foto: Instagram @happysalma)

JAKARTA- Happy Salma mengaku masih kesulitan dalam memerani tokoh Inggit Ganarsih, istri kedua Presiden Soekarno dalam pementasan teater musikal monolog yang dihelat Titimangsa.

Meski sudah senior dengan mengantungi pengalaman puluhan tahun dalam menggeluti dunia seni peran, Happy Salma mengaku masih mengalmi kesulitan dalam berakting.

Apalagi ketika harus memerani sosok fenomenal sebagai istri dari sosok sebesar Presiden Soekarno.

"Untuk saya sulit banget memotivasi diri untuk menghapal lagi, apa lagi ini naskahnya berbeda dari 11 12 pertunjukan yang pernah saya lakukan,” kata Happy Salma saat ditemui dalam gelaran jumpa pers pementasan monolog Inggit Garnasih di Ciputra Artpreneur, baru-baru ini.

BACA JUGA:Kisah Happy Salma Pindah Agama Hindu, Bahagia Hidup bersama Bangsawan Bali

BACA JUGA:Pindah Agama Setelah Menikah, Happy Salma Kini Menetap di Bali

“Jadi sejujurnya lebih ruwet buat saya. Jadi kalau mau ditanya susah, apalagi ada menyanyi segala," lanjutnya.

Saat sesi latihan, aktris berusia 42 tahun itu bahkan mengaku sampai keringat dingin karena berperan sebagai Inggit Ganarsih.

 

"Saya sampai keringat dingin sampai ada momen saya kayak orang linglung, karena saya merasa tidak mampu, tapi saya belajar lagi. Sebab saya harus menyelesaikan sesuatu sampai tuntas," pungkasnya singkat.

Pentas teater yang naskahnya digarap Ratna Ayu Budiarti tersebut diketahui terinsipirasi dari roman “Kuantar Ke Gerbang” karya Ramadhan KH. Monolog Inggit Ganarsih 'Tegak Setelah Ombak' menyuguhkan cerita Inggit Garnasih yang kala itu mendampingi perjalanan Soekarno sebelum menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia.

Sebagai istri kedua yang bertahan dalam 20 tahun pernikahan, Inggit setia mengantar Bung Karno mulai dari mendampinginya lulus dari sekolah Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB), mendukung ekonomi keluarga saat Bung Karno memulai pergerakan di organisasi, hingga mendampingi Bung Karno dalam pengasingan di Ende dan Bengkulu.

 (RPA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini