Share

Gofar Hilman Ungkap Kronologi Tudingan Kasus Pelecehan Seksual Quwenjojo

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 33 2547625 gofar-hilman-ungkap-kronologi-tudingan-kasus-pelecehan-seksual-quwenjojo-q1cb4Cb4Le.jpg Gofar Hilman (Foto: IG Gofar Hilman)

JAKARTA - Gofar Hilman mengungkap kronologi tudingan pelecehan seksual yang diungkap akun Twitter @quweenjojo alias Hafsyarina Sufa Rebowo. Kepada Deddy Corbuzier, dia mengaku kejadian ini bermula saat dirinya memandu karaoke sebuah acara di Malang pada Agustus 2018.

Setelah acara selesai, Gofar pun melayani sejumlah penggemar yang meminta foto. Diakui olehnya, Gofar adalah tipikal orang yang senang skinship atau bersentuhan secara kontak fisik. Oleh karena itu, dia pun kerap merangkul para penggemarnya.

Gofar Hilman

"Gue orangnya skinship ya, semua cewek dan cowok, orang yang minta foto atau story, semua pasti gue rangkul," kata Gofar Hilman dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (15/2/2022).

Memang, Gofar mengaku sempat disodorkan minuman oleh para kerabat hingga kelelahan dan tidur di ruang VIP. Tetapi, pihak panitia langsung membawanya ke mobil untuk diantar ke hotel dan akhirnya terlelap di sana.

"Sampai kamar gue ditidurin sama panitia, udah itu jelas, saksi ada banyak," ujar Gofar Hilman.

Lebih lanjut, Gofar menyampaikan cerita versi Hafsyarina Sufa Rebowo. Dikatakan, pelecehan seksual itu terjadi sekitar jam 1 pagi saat Gofar Hilman melayaninya berfoto. Dalam momen tersebut, Gofar dituding memegang payudara hingga area intim sang wanita.

"Cerita dari cewek itu adalah jam 1 gue dibilang melecehkan dia memegang payudara dan bagian bawahnya dia, di tempat acara," kata Gofar.

Kemudian, Hafsyarina mengunggah potret bersama Gofar di Instagram Story pukul 2.20 dengan keterangan 'bebeb'. Ini menjadi hal yang aneh menurut Gofar. Jika memang pelecehan tersebut benar terjadi, lantas mengapa korban justru mengunggah foto menggunakan kata sayang dengan santai.

"Setelah perempuan itu dilecehkan, banyak kasus yang dia mematung, yang dia diem aja, tapi apakah setelah kasus pelecehan terjadi, 1 jam 20 menit kemudian lu story muka gue, berdua dengan tulisan bebeb," terang Gofar.

Melihat adanya kejanggalan, akhirnya tim Gofar Hilman menghubungi Hafsyarina guna meminta penjelasan. Di akhir pembicaraan, Hafsyarina meminta waktu untuk mencari saksi dan bukti terlebih dahulu. Tanpa ragu, Gofar dan timnya pun memberikan waktu.

"Kita persilahkan, cari bukti dan saksi, kita tunggu," kata Gofar.

Seminggu setelah pembicaraan itu, Hafsyarina mengaku sudah dalam naungan LBH APIK. Menghubungi pihak pendamping, ternyata Hafsyarina tidak ingin bertemu Gofar, kecuali di pengadilan. Di sini Gofar merasa sedikit lega karena kasusnya bisa segera diselesaikan, tetapi beberapa hari kemudian pihak Hafsyarina justru tidak ada kabar.

Padahal, Gofar sudah memberikan undangan lisan dan surat permohonan secara resmi kepada LBH APIK, Komnas Perempuan, Komnas HAM, hingga LPSK agar bisa mediasi dengan Hafsyarina. Tetapi hasilnya sama saja, nihil. Tak ada respon sedikitpun dari pihak lembaga tersebut.

"Itikad gue sederhana, kita ngobrol. Entah itu ujungnya kayak gimana itu urusan nanti yang penting kita ketemu ngobrol," tutur Gofar.

Akhirnya, Gofar memutuskan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Dia dan saksi-saksi lainnya diminta keterangan dan menyelesaikan berbagai berkas. Sementara Hafsyarina baru kembali muncul pada Februari 2022 didampingi oleh kedua orang tuanya.

Saat itu, Hafsyarina dan sang ibu langsung menangis dan meminta maaf kepada Gofar. Orang tua Hafsyarina mengeluarkan sebuah tas berisi sekumpulan bon untuk pengobatan sang anak. Ya, ternyata Hafsyarina memiliki gangguan mental. Mengetahui kondisi tersebut, Gofar pun memilih untuk memaafkannya.

"Dia punya keadaan mental yang tidak stabil," kata Gofar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini