Share

Cerita Chintya Gabriella, Jebolan Indonesian Idol yang Keluar Zona Nyaman

Lintang Tribuana, Okezone · Minggu 16 Januari 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 205 2532756 cerita-chintya-gabriella-jebolan-indonesian-idol-yang-keluar-zona-nyaman-YilhBRqkFQ.jpeg Chintya Gabriella (Foto: Ist)

JAKARTA - Chintya Gabriella debut bersama Warner Music Indonesia dalam single bertajuk Hanya Dalam Mimpi. Sebelumnya, Chintya Gabriella telah menghadirkan lagu seperti Percaya Aku pada 2019, Lelah Dilatih Rindu (2020), dan Aku Sayang Aku (2021) dan sebelum masuk ke major label.

Dalam lagu Hanya Dalam Mimpi mencoba keluar zona nyaman. Kali ini, ia mencoba aransemen orkestra.

Baca Juga:

Penggemar Nostalgia Era Coboy Junior Lewat Cover Lagu Kamu dari Chintya Gabriella

Chintya Gabriella Cover Lagu Kasih Jangan Kau Pergi dari Band Bunga

Chintya Gabriella

"Di lagu ini justru aku tertantang untuk eksplor keluar dari zona nyaman itu, dan mau coba sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, supaya punya warna musik yang lebih variatif," tutur Chintya.

Lagu itu sendiri, lanjut Chintya, masih memiliki hubungan dengan single Aku Sayang Aku. Aku Sayang Aku bercerita mengenai perempuan yang kemudian memilih untuk meninggalkan pacarnya karena dia lebih menyayangi dirinya sendiri. Sementara ‘Hanya Dalam Mimpi’ bercerita mengenai dilema seorang perempuan remaja yang gagal move-on.

"Di Hanya dalam Mimpi menceritakan fase move-on itu enggak gampang ternyata. Karena setelah putus, kenangan-kenangan itu keep coming back kayak mimpi. Ternyata kenangan dan lukanya masuk terlalu dalam, saking dalamnya sampai susah melupakan dia," jelas penyanyi yang pernah mengikuti Indonesian Idol 2018.

Pada tahun 2020, lagu Percaya Aku (2019) masuk ke dalam nominasi Pendatang Baru Terbaik AMI Awards.

Lagu ini diciptakan oleh Raguel Lew Eltandre dan Mytha Lestari Eltandre dan diproduseri oleh Barry Maheswara. Cerita di balik proses rekaman ini juga tidak kalah menarik. Blak-blakan, Chintya mengungkapkan kendalanya mulai dari masa pandemi, arranger orkestra terkena covid-19 hingga pilihan aransemen yang membuat proses rekaman tertunda.

Selain itu, tertantang untuk eksplorasi gaya bermusik yang baru, Chintya menjadi sangat perfeksionis. “Aku memang perfeksionis banget untuk urusan bermusik terutama vokal. Untuk lagu ini sampai harus terbang ke Jakarta 2 kali karena tidak puas di hasil take vocal pertama.”ujar Chintya yang berdomisili di Medan.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini