“Kami menyadari bahwa dunia musik terus berevolusi. Kami melihat NFT bukanlah sebuah tren sesaat, melainkan era baru bagi industri musik masa depan,” terang Nino.
Anindyo Baskoro (Nino), gitaris dan kibordis Maliq & D’Essentials, Arya Aditya Ramadhya (Lale) dan Ilman Ibrahim (Ilman) bekerja sama dengan Kolektibel mencoba memanfaatkan teknologi.
"Industri NFT ini sedang bergerak cukup cepat. Kami perlu merespon industri musik untuk dapat memanfaatkan peluang besar teknologi baru ini. Kami sangat berharap kerjasama ini bisa membuka adopsi NFT sebanyak-banyaknya di Indonesia" kata Pungkas Riandika, CEO Kolektibel kepada awak media, Minggu (2/1/2021).
Penasaran dengan apa yang akan dihadirkan oleh Laleilmanino dan kolektibel, Anda bisa melakukan waiting-list di: https://laleilmanino.kolektibel.com/waitlist.
(aln)