Share

Olivia Nathania Dipolisikan Lagi, Ini Kronologi Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Lintang Tribuana, Jurnalis · Senin 22 November 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 33 2505541 olivia-nathania-dipolisikan-lagi-ini-kronologi-dugaan-penipuan-investasi-bodong-hZEf7pu9aH.jpg Olivia Nathania (Foto: MPI)

JAKARTA - Olivia Nathania kembali dilaporkan ke polisi di tengah statusnya sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen CPNS. Seorang bernama Merina Shanti mengaku sebagai korban penipuan Olivia berkedok investasi pulsa dan fiber optik.

"Klien saya namanya Merina, dia pelayan di sebuah restoran. Dia kenal sama Nia Daniaty, deket lah," ujar Herdyan Saksono, kuasa hukum terduga korban saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/11/2021).

Baca Juga:

Anak Olivia Nathania Mencari sang Mama, Nia Daniaty: Saya Bingung Mau Jawab Apa

Korban Dugaan Penipuan Investasi Bodong Laporkan Olivia Nathania ke Polisi, Hukuman Penjara Bertambah?

Olivia Nathania

Menurut Herdyan, awal mula kliennya mulai diajak bergabung modus investasi ini sekitar September 2021, dimana kabar kasus dugaan penipuan CNPS yang menjerat putri Nia Daniaty itu mulai menyeruak.

"Dibilang 'ini loh ada peluang investasi di bidang pulsa dan fiber optik dan ada juga pulsa buat Mobile Legend. Kalau kamu Investasi nanti ada pembagiannya,' kaya money game punya dia," lanjutnya.

Klien Herdyan pun tertarik dengan penawaran itu. Dia mengajak teman-teman lainnya ikut investasi ini dengan mengumpulkan uang lewat rekeningnya dan kemudian dikirim ke Olivia. Awalnya investasi ini memang menghasilkan, tetapi tiba-tiba saja keuntungan itu berhenti.

"Akhirnya dia kumpulin tuh buat ngirimin ke si Oi. Sampai beberapa hari sih awal-awal ada pencairan hasil tapi selanjutnya ya gelap aja seperti modus investasi bodong lainnya," ujar Herdyan.

Menurut Herdyan, selain kliennya, ada sekitar 40 orang yang menjadi korban dugaan penipuan putri sang pelantun Gelas-Gelas Kaca. Total kerugiannya mencapai ratusan juta.

"Nilai kerugiannya enggak besar, cuman Rp215 juta. Tapi untuk klien saya tuh besar karena dia sampai shock dia sampai sakit," imbuhnya.

Merina akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan atau penggelapan. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/5825/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 21 November 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini