Hormati Keluarga Korban Konser Travis Scott, Drake Tunda Perilisan Lagu

Hasyim Ashari, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 205 2503864 hormati-keluarga-korban-konser-travis-scott-drake-tunda-perilisan-lagu-utyYIkH97G.jpg Drake Tunda perilisan lagu (Foto: Instagram/ @champagnepapi)

LOS ANGELES– Penyanyi Drake memutuskan untuk menunda perilisan album keempatnya yang berkolaborasi dengan French Montana berjudul Splash Brother. Dia ingin menghormati keluarga korban kericuhan yang terjadi di konser tersebut.

Sebagaimana diketahui, Drake menjadi tamu istimewa di konser Astroworld Travis Scott. Sejak saat itu, dirinya ikut terseret dalam beberapa tuntutan hukum yang menyebabkan 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Drake

BACA JUGA:

- Sang ART Belum Minta Maaf, Nirina Zubir Tahan Emosi saat Bertemu

Jadi Pertanda, Vanessa Angel Sempat Belikan Baju Berwarna Hitam untuk Keluarga

Melansir laman Pink VIlla, Kamis (18/11/2021) lagu Splash Brother akan muncul di album studio keempat French Montana yaitu They Got Amnesia. Awalnya lagu tersebut akan dirilis pada tanggal 19 November 2021 dan terpaksa ditunda pada edisi deluxe yang akan datang.

Drake dan French Montana telah beberapa kali terlibat kerja sama projek selama bertahun-tahun. Termasuk lagu-lagu yang hitz dari duet keduanya ialah Pop That, Stay Schemin, No Stylist, dan No Shopping.

Di sisi lain, Travis Scott dikabarkan tengah menghadapi tuntutan hukum bernilai USD750 atau sekira Rp10 triliun. Sekitar 125 orang termasuk keluarga dari salah satu korban yang meninggal di festival tersebut telah mengajukan tuntutan hukum terhadap sang rapper. Tidak sendiri, tuntutan juga diajukan untuk Drake, Apple, dan Live Nation.

Gugatan tersebut diajukan oleh pengacara asal Houston bernama Tony Buzzbee. Travis dan tertuduh lain dinilai telah lalai dalam perencanaan konser, gagal dalam melatih personel keamananan dan menyelenggarakan acara yang aman.

Di antara penggugat adalah keluarga Axel Acosta (21 tahun) yang diduga telah menjadi korban dari kerumunan yang menghasut, di luar kendali, dan kekuatan yang sedemikian rupa, sehingga dia tidak bisa lagi bernapas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini