Tak Puas dengan Ending Resmi, Fans Attack on Titan Garap Anime Sendiri

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 33 2449282 tak-puas-dengan-ending-resmi-fans-attack-on-titan-garap-anime-sendiri-2YsWQJMidF.jpeg Attack On Titan (Foto: Ist)

JAKARTA – Belum lama ini sebuah manga paling populer di Jepang, Attack on Titan, berakhir. Meski akhir kisah manga ini telah dinanti, rupanya banyak fans yang mengaku kecewa dengan ending yang dipilih sang mangaka, Hajime Isayama.

Dalam kekecewaan, mereka pun menggarap sebuah fan-project berjudul Attack on Titan Requiem yang menulis ulang tiga bab terakhir manga Attack on Titan. Namun, proyek ini tak hanya berhenti di halaman kertas hitam-putih, tapi juga akan berlanjut dalam bentuk animasi episodik yang dirilis secara tak resmi.

Baca Juga:

Komik Jumbo Attack on Titan Pecahkan Rekor Dunia

Komik Attack On Titan

Dilansir dari CBR, Minggu (1/8/2021), seri animasi buatan fans ini akan dirilis secara per-episode dan digarap berdasarkan gaya animasi milik Wit Studio yang mengerjakan tiga musim pertama anime Attack on Titan; berbeda dengan musim-musim terbaru AoT yang digarap oleh Studio MAPPA dan menimbulkan banyak reaksi negatif dari para fans.

Mengenai tanggal rilis, representatif proyek AoT Requiem mengaku belum memiliki tanggal pasti untuk fan-anime ini, “kami menginginkan animasi yang berkualitas untuk kepuasan para fans, dan itu tentunya akan memakan waktu lama. Kami akan terus berikan update melalui media sosial kami.”

Akhir dari kisah Attack on Titan dirilis awal tahun 2021 ini dan mendapatkan reaksi beragam dari para fans. Beberapa merasa bahwa ending ini menutup kisah Eren dan Mikasa secara emosional, namun beberapa merasa bahwa ending ini mengubah banyak penokohan, gaya bertutur, dan juga tema yang dikemas dalam akhir cerita yang terburu-buru.

“Kisah ini dimulai dengan premis sederhana dimana manusia diteror makhluk raksasa yang kejam. Lama-kelamaan, kisah ini berevolusi menjadi cerita tentang politik, perang, rasisme, trauma, keluarga, dan banyak hal nyata lainnya,” tulis pernyataan dari proyek AoT Requiem, “setelah manga-nya berakhir, banyak fans di seluruh dunia yang merasa dicurangi karena banyaknya pertanyaan yang dihindari. Dalam ending resmi, tema dan karakter yang kompleks seakan dilupakan demi kisah cinta dan komedi semata.”

“Maka, misi dari AoT Requiem adalah memberikan kepuasan bagi mereka yang mengikuti Attack on Titan dari awal dan menginginkan sebuah akhir cerita yang lebih baik.”

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini