Kisah Sukses Tukul Arwana, dari Gaji Rp75 Ribu hingga Miliki Properti Rp80M

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 33 2404460 kisah-sukses-tukul-arwana-dari-gaji-rp75-ribu-hingga-miliki-properti-rp80m-HS3cMASKWN.jpg Tukul Arwana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Siapa yang tidak mengenal Tukul Arwana? Pelawak sekaligus pembawa acara asal Semarang ini tidak hanya populer, tetapi juga tajir melintir. Dia bahkan terkenal sebagai artis dengan bayaran termahal di Indonesia.

Namun, sebelum mencapai titik sukses seperti yang sekarang, pemilik nama asli Tukul Riyanto ini telah melalui asam garam kehidupan. Kini tajir melintir, siapa yang sangka dulu dia tinggal di kontrakan sepetak yang harga sewanya hanya ratusan ribu per bulan.

Baca Juga:

Penghasilan Fantastis Tukul Arwana, Ratusan Juta Rupiah dari Kontrakan

Suka Duka Tukul Arwana Jalankan Bisnis Rumah Kos selama Pandemi

Tukul Arwana


Berbeda dengan saat ini, di mana sekarang dia menempati rumah mewah di Jakarta Selatan, yang harganya mencapai puluhan miliar rupiah. Hal tersebut diketahui saat YouTuber Atta Halilintar menyambangi rumah Tukul Arwana, beberapa waktu lalu.

Di video tersebut tampak rumah megah Tukul yang luasnya mencapai 1000 meter persegi. “Ini dulu mungkin bekasnya bule, terus almarhumah istri saya beli. Zaman dulu, belinya belasan tahun lalu, ini Rp6 miliar,” kata Tukul, seperti dikutip dari kanal YouTube Atta Halilintar.

“Kalau sekarang, wah, Rp80 miliar,” ujarnya.

Sebelum menempati rumah mewah ini, Tukul pun mengenang masa-masa mengontrak rumah mungil yang tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Ketika itu, Tukul menyewa rumah petak seharga Rp150 ribu per bulan.

“Iya saya dulu nyewa, ngontrak, satu petakan tuh Rp150 (ribu). Saya gajinya di Radio SK Rp75 (ribu),” kata pria 57 tahun itu mengenang masa lalu.

Tak hanya menempati rumah mewah, kini Tukul juga mempunyai studio sendiri serta kontrakan 200 pintu. “(Kalau studio), buat Jovan (anak bungsu Tukul), buat kakaknya Jovan. Ya memang standar televisi semua, alat-alatnya bukan hanya scope nasional tapi internasional,” ujar Tukul.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini