Sempat Dipetisi, JTBC Ungkap 5 Fakta soal Drama Snowdrop

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 33 2386944 sempat-dipetisi-jtbc-ungkap-5-fakta-soal-drama-snowdrop-TuXDDLHUBb.jpg JTBC jawab kontroversi Snowdrop dengan lima poin. (Foto: Harper's Bazaar/DAZED)

SEOUL - JTBC akhirnya buka suara terkait kritik dan kekhawatiran publik terhadap drama Snowdrop. Seperti diketahui, ada lebih dari 105.000 orang meneken petisi untuk menghentikan produksi drama tersebut. 

Alasannya, drama yang dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK itu berpotensi mengaburkan fakta sejarah terkait demokrasi Korea Selatan dan keterlibatan mata-mata Korea Utara. Dalam keterangan resminya, JTBC menjawab semua keresahan publik terkait drama tersebut. 

Jung Hae In. (Foto: JTBC)

"Kontroversi yang terjadi saat ini tercipta karena publik menyerap informasi setengah-setengah dan menilai sesuatu dari sinopsis yang tidak lengkap. Tentu, ini kesalahan tim produksi karena tidak mengelola data dengan baik," kata JTBC seperti dikutip dari Soompi, Rabu (31/3/2021). 

Untuk membantu publik memahami produksi Snowdrop, maka JTBC merilis lima poin penting terkait plot drama tersebut. Pertama, soal tudingan drama tersebut meremehkan gerakan pro-demokrasi Korea di era '80-an. 

"Snowdrop bukan drama yang berhubungan dengan gerakan pro-demokrasi. Dalam skenario, tak satupun bagian yang menampilkan dua pemeran utamanya berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi," tutur stasiun TV kabel tersebut. 

Baca juga: Yoo In Na Jadi Dokter Bedah Cantik dalam Drama Snowdrop

Sebaliknya, menurut JTBC, dalam drama ini ada karakter yang tertindas secara tidak adil karena dituduh sebagai mata-mata Korea Utara oleh rezim militer era '80-an. Keduasetting dan motif di balik peristiwa dalam Snowdrop adalah situasi politik seputar pemilihan presiden tahun 1987, bukan gerakan pro demokrasi. 

"Drama ini, merupakan kisah fiksi tentang rezim militer, Agency for National Security Planning (NSP), dan pihak lain yang berkuasa pada saat berkolusi dengan kediktatoran Korea Utara dan merencanakan konspirasi untuk mempertahankan kekuasaan mereka," ungkap JTBC. 

Jisoo BLACKPINK. (Foto: ELLE)

Ketiga, dalam cerita ini mata-mata Korea Utara dan agen NSP yang mengejar mata-mata tersebut muncul sebagai karakter utama. Mereka bukanlah karakter yang mewakili pemerintahan dan organisasi masing-masing. 

Kedua karakter itu justru menyoroti NSP yang secara aktif mendukung tindak korupsi penguasa dan ambisi mereka menjadi partai yang berkuasa. "Karena itu, kami memastikan, tudingan yang dialamatkan pada Snowdrop salah sasaran," ujar stasiun televisi itu. 

Keempat, alasan JTBC mendeskripsikan karakter utama pria dalam Snowdrop sebagai agen NSP yang lugas dan adil adalah karena dia menolak jabatan menggiurkan di negaranya. Dia justru memilih bekerja ke luar negeri setelah melihat teman-temannya 'menciptakan' mata-mata ketimbang menangkap mereka. 

"Dia juga digambarkan sebagai orang yang berprinsip dan menolak organisasi yang korup dan melakukan apa yang menurutnya benar," tutur JTBC. 

Jisoo BLACKPINK. (Foto: Instagram/@sooyaaa_)

Kelima, nama salah satu karakter dalam drama ini tidak terkait dengan aktivis pro-demokrasi Chun Young Cho. Namun karena karena tokoh utama wanita dalam drama ini mengingatkan publik pada sosok tersebut, maka JTBC akan mengubah namanya. 

Berdasarkan lima poin tersebut, JTBC berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang berusaha menggiring opini publik dengan menyebarkan informasi tidak benar tentang sebuah drama yang bahkan belum tayang di televisi.

"Ketahuilah bahwa perilaku ini menghalangi dan menyebabkan kerugian serius bagi banyak pembuat konten yang mencoba membuat tayangan yang bagus," ungkap JTBC dalam penutup keterangan resminya tersebut.*

Baca juga: Hwasa MAMAMOO Lanjutkan Kontrak dengan RBW, Wheein Masih Pikir-pikir

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini