Sukses di Sundance Film Festival, Film La Famille Belier Tayang di Indonesia

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 206 2376282 sukses-di-sundance-film-festival-film-la-famille-belier-tayang-di-indonesia-RYo34fp2Hx.jpg Film La Femille Belier (Foto: Poster La Femille Belier)

JAKARTA - Film La Famille Bélier berhasil menarik perhatian penonton film dunia ketika tayang di Sundance Film Festival. Film ini meraih kategori U.S. Grand Jury Prize: Dramatic, Audience Award: U.S. Dramatic, U.S. Dramatic Special Jury Award for Ensemble Cast, and Directing Award: U.S. Dramatic prize.

Apple kemudian me-remake film La Famille Bélier dengan budget fantastis yakni USD 25 juta (Rp350 Miliar). Film dengan remake tersebut kemudian hadir dengan judul CODA. Film La Famille Bélier kini hadir di Indonesia secara legal.

Baca Juga:

Rekomendasi Film Horor Jepang, Tak hanya Mencekam tapi Juga Punya Pesan

5 Film Bertema Dinosaurus Terbaik yang Asyik Ditonton

La Femille Belier

“Hadirnya film La Famille Bélier menjadi satu bukti eksistensi Klik Film untuk terus menghadirkan film-film bagus. Dan akan banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kami hadirkan,” ungkap Frederica dari Klik Film.

Seperti diketahui, La Famille Bélier sendiri mengisahkan tentang Paula (Louane Emera) dibesarkan di lingkungan tani dan peternakan. Kedua orangtuanya, Rodolphe Belier (Francois Damien) dan Gigi (Karin Viard), tuli sekaligus bisu. Adik laki-lakinya, Quentin (Luca Gelberg) mengalami nasib serupa. Di sekolah, Paula bergaul karib dengan Mathilde (Roxane Duran).

Suatu hari, ada audisi paduan suara yang menuntut peserta pamer vokal di depan guru, Pak Thomasson (Eric Elmosnino). Mathilde ditolak karena suaranya dianggap bencana. Namun Paula diterima dengan alasan punya alto bagus. Di kelas itu, Paula mengenal Gabriel (Ilian Bergala) yang tampan juga pendiam. Dirasa punya vokal harmonis, Thomasson menjodohkan mereka di lagu “Aku Akan Mencintaimu.” Thomasson juga mengabarkan ada audisi vokal di Prancis.

Kejeniusan film ini terletak pada ide menempatkan remaja dengan bakat menyanyi di lingkungan keluarga yang tak bisa mendengar maupun bicara. Susah untuk meyakinkan orangtua bisu tuli bahwa putrinya pintar nyanyi. Sepanjang film, akting dan penuturan menjadi daya tarik kunci. Kita bisa menebak dengan mudah ke mana muara cerita berbasis keluarga macam ini. Yang tak disangka, kepintaran Eric menyimpan “hidangan penutup” berupa adegan mengejar waktu dan suasana di ruang audisi.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini