Soal MPASI, Mona Ratuliu Ikuti Anjuran WHO dan IDAI

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 33 2316490 soal-mpasi-mona-ratuliu-ikuti-anjuran-who-dan-idai-UIkNiUAIe0.jpg Mona Ratuliu (Foto: Instagram Mona Ratuliu)

JAKARTA - Pasangan Mona Ratuliu dan Indra Brasco, saat ini tengah menikmati fase baru kehidupan anak keempatnya, Numa Kamala Srikandi. Pasalnya, pada 20 November 2020 kemarin, Numa telah genap berusia 6 bulan dan telah mendapatkan lampu hijau untuk mulai menyantap Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Sejak awal MPASI, Mona diketahui kerap membagikan potret putrinya yang sangat lahap saat menyantap hidangan hasil tangannya. Namun baru-baru ini, Numa dikabarkan mengalami sembelit hingga menangis, lantaran kesulitan untuk melakukan buang air besar.

Baca Juga:

Anaknya Alami Sembelit, Mona Ratuliu Pasrah

Wajah Bayinya Alami Ruam, Mona Ratuliu: Tetap Jalani SOP

Mona Ratuliu

Melihat unggahan Mona di akun Instagramnya tersebut, beberapa netizen terlihat ramai mengomentari bagaimana wanita 38 tahun itu memberikan menu makanan pada putrinya. Mereka bahkan terlihat menyalahkan Mona yang terlalu bersemangat saat memberikan MPASI untuk putrinya.

"Harusnya jangan dikasih daun singkong dulu. Kayaknya kemarin ada menu daun singkongnya. Kau ngga salah," tulis Susini_kadarini.

"Porsi makanannya untuk anak baru awal mpasi udah banyak banget, mentang-mentang anaknya doyan makan dan padet banget, mending pure buah aja dulu yang agak encer. Intinya awal mpasi mah ngenalin cara dia makan aja dulu," tulis Isniresita.

Banyaknya netizen yang menyalahkan dirinya saat memberikan MPASI, membuat bintang Lupus Millenia ini memberikan penjelasan terkait ilmu yang didapatnya dari dokter anak. Bahkan menurutnya, sembelit saat awal MPASI merupakan sebuah hal yang normal, mengingat lambung bayi tengah beradaptasi untuk mencerna makanan padat.

"Rame banget threatnya mencari-cari kesalahan. Btw semua anak cocok kok dengan anjuran WHO. Memang setelah mpasi pencernaan anak beradaptasi. Sembelit bukan karena makanannya terlalu padat, bukan karena dikasih daging, bukan juga karena daun singkong. Dokter meta sudah komen tuh kalau makanannya dicairkan jadi gak memenuhi kebutuhan gizinya buibu. Semoga ikutan baca yaaaah," ungkap Mona dalam kolom komentar.

"Sepertinya masih banyak yang sulit menerima upgrade ilmu kesehatan dari WHO dan IDAI. Lebih percaya “ilmu turun temurun” yang belum tentu cocok dengan zaman sekarang hehehe," tambahnya.

Tak hanya itu, Mona juga menyebut bahwa dirinya memiliki prinsip pemberian MPASI sesuai dengan standar WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Yakni dengan memberikan menu lengkap, berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran.

"Zaman kakak-kakak numa dulu juga cuma 1 jenis, tapi sekarang WHO dan IDAI udah upgrade ilmu. Masa kita nggak," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini