JAKARTA - Rupadhatu merupakan band pendatang baru yang mengusung genre folk/pop-alternatif. Rupadhatu bermain dalam bunyi atmosferik, ketukan-ketukan perkusif, serta nada-nada pentatonik dan lirik sebagai pelengkap.
Di belantika musik Tanah Air, band yang digawangi oleh Sacawiruna (vokal, gitar, suling), Moh. Hakim (gitar, elektrik instrumen), Zajran (drum), dan Raynaldi Wahyu (perkusi), ini mencoba berjalan sesuai ideologinya.
Baca Juga:
Tidak Kenakan Bra, Kendall Jender Jadi Bahan Olokan
Ibu RT Ungkap Sule Sudah Menikah dengan Nathalie Holscher

Dalam musik, Rupadhatu kerap menyinggung realita kehidupan modern dan hal metafisik. Lewat lagu pula kegundahan Rupadhatu tersampaikan. Bernyanyi bak meditasi, membuat mereka lebih membumi di tengah modernisasi.
"Kami mencoba mengejawantahkan energi metafisik dalam proses penjelajahan ide dan kreasi melalui medium musik dengan tema epos-epos terdahulu yang dirasa masih cukup relevan,” terang Rupadhatu dalam rilis yang diterima Okezone.
Mini album Mana terdiri dari lima track yakni Nirmana, Ongkara, Aku (1943) Musikalisasi Puisi Chairil ANwar, Altar, dan Tigris Sondaica.
(aln)