Kualitas Sperma Dinyatakan Kritis, Gilang Dirga Diminta Kurangi Vape

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 33 2289673 kualitas-sperma-dinyatakan-kritis-gilang-dirga-diminta-kurangi-vape-DLTsSREed9.jpg Gilang Dirga dan istri (Foto: Instagram/@gilangdirga)

JAKARTA - Kegagalan program bayi tabung kembali dialami oleh pasangan Gilang Dirga dan Adiezty Fersa. Embrio yang telah dimasukkan dalam rahim wanita 29 tahun itu gagal menempel di rahim.

Gagal menjalani proses bayi tabung, membuat dokter mengimbau agar pasangan ini tetap menjaga kesehatan dan pola makan. Terutama untuk Gilang Dirga yang diminta untuk berhenti mengonsumsi vape.

Gilang Dirga dan Istri

"Bapak nih terlalu capek nih, spermanya bapak. Jangan kecapekan pak. Bapak enggak ngerokok kan? Kalau ngevape sama saja," ungkap dr Caroline Hutomo dalam video YouTube di channel Gilang.

Dokter juga meminta Gilang menghindari alkohol dan rokok untuk sementara waktu. Pasalnya, kualitas sperma yang dimiliki bintang film Liam dan Laila itu dinyatakan cukup kritis dan jumlahnya juga tak banyak.

Baca Juga:

- Usai Lakukan Cek Darah, Dokter Pastikan Istri Gilang Dirga Tidak Hamil

- Dari Rasa Penasaran, 2 Anak Adjie Notonegoro Turut Pindah Agama

"Bapak juga tetap makannya, rokok, alkohol, vapingnya, ini spermanya agak kritis. Spermanya jumlahnya enggak banyak cuma 4 jutaan, gerakannya kurang, bentuk normalnya," jelas sang dokter.

"Sperma bapak masih ada kok, saya masih positive thinking. Apalagi punya riwayat pernah hamil, walaupun dengan history kurang menyenangkan. Tapi saya harap dengan usia yang masih muda, kita mencoba terus," lanjutnya.

Dokter juga menjelaskan bahwa kegagalan proses bayi tabung dapat terjadi lantaran dua hal. Yakni embrio, yang meliputi kualitas sel telur dan sperma, dan juga lingkungan.

"Penyebab kegagalan IVF, secara garis besar hanya ada dua. Satu, faktor embrio, dia memegang peranan 80%, 20% sisanya faktor lingkungan. Embrio ditentukan oleh telur ibu, sperma bapak. Kalau lingkungan adalah tubuh ibu, apa ibu ada penyakit yang kita tidak tahu, yang harus explore," tutup dr Caroline.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini