Dinar Candy Tegaskan Jual Dalaman Bukan Settingan Belaka

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 33 2284203 dinar-candy-tegaskan-jual-dalaman-bukan-settingan-belaka-5MbBIF7cSr.jpg Dinar Candy (Foto: Instagram)

JAKARTA - Dinar Candy sukses menarik perhatian masyarakat dengan menjual celana dalamnya. Tak sedikit masyarakat menuding apa yang dilakukan oleh Dinar Candy sekedar settingan belaka.

Hal tersebut diperkuat ketika Dinar mempublikasikan sosok YouTuber yang membeli pakaian dalam bernilai Rp50 juta itu.

Netizen mendapati kalau Dinar dan Bobby sebenarnya sempat berkolaborasi di YouTube sebelum heboh soal ‘lelang’ celana dalam itu.

Baca Juga: Jual Celana Dalam, Dinar Candy Bantah Settingan

Namun, perempuan 27 tahun asal Bandung, Jawa Barat itu menolak jika hal itu disebut sebagai rekayasa. Dia tak menepis fakta bahwa mengenal Bobby. Perkenalan dan kolaborasi itu pun berawal dari perkenalan kedua manajer mereka.

“Jadi sebenarnya, aku dan Bobby itu memang pernah bertemu. Kami collab di YouTube. Tapi semua komunikasi itu melalui manajer kami berdua,” ujar Dinar Candy saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, “Jadi, aku memang tidak punya nomor kontak Bobby. Dia seperti YouTuber lainnya saja. Hanya sekadar mengajak collab. Tak ada yang spesial dari Bobby juga waktu itu.”

Dinar Candy mengungkap bahwa awalnya dirinya juga tak percaya bahwa Bobby Stuntrider akan menawar celana dalam bekas pakai miliknya dengan harga tinggi. Ia bahkan mengaku hanya iseng menjual barang tersebut.

Tak hanya itu, dia juga awalnya merasa YouTuber penyuka otomotif itu hanya sekadar iseng menawar pakaian dalamnya. Karena itu, dia menantang Bobby untuk langsung mengirimkan uang celana dalam itu.

 

Gayung bersambut, Dinar Candy mengaku terkejut ketika ada dana sebesar Rp50 juta masuk ke rekeningnya.

“Jadi, kalau ini dibilang settingan enggak lah. Kami tidak kepikiran juga untuk merekayasa ini.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini