Alasan Pelapor Anggap Konten Obat COVID-19 Anji Berbahaya

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 33 2256616 alasan-pelapor-anggap-konten-obat-covid-19-anji-berbahaya-hdepsH04cw.jpg Anji (Foto: Instagram/@duniamanji)

JAKARTA - Konten obat COVID-19 Anji dianggap berbahaya bagi publik. Tak terkecuali oleh Muannas Alaidid yang melaporkan Anji dan Hadi Pranoto, yang beranggapan bahwa keberadaan konten tersebut bisa membuat publik menyepelekan bahaya COVID-19.

Anji dan Hadi Pranoto

“Kalau keterangan dari profesor itu kemudian dipercaya dan orang yakin bahwa obatnya sudah ada dan dia bilang cukup waktu dua sampai tiga hari sudah terbebas segala macam, ya ngapain kita takut? Pakai masker, social distancing, rapid test, kemudian swab test, buat apa?” papar Muannas lewat sambungan telepon pada 3 Agustus 2020.

“Kan itu jadi polemik juga. Satu sisi pemerintah berupaya menekan curva COVID-19 yang semakin mengganas, sementara di sisi lain orang mendengar pernyataan dia, bisa jadi enggak peduli,” lanjutnya.

Baca Juga:

- Pelapor Minta Anji Tak Asal Bikin Konten Demi Cari Untung

- Dokter Tirta Tantang Diskusi, Jerinx SID: Jangan Harap Saya Perlakukan Kau Sebagai Kawan

Apalagi dengan nama besarnya, Muannas merasa Anji bisa memberikan pengaruh bagi orang-orang yang mengidolakannya. “Dia public figure, dia kan punya subscriber banyak, punya followers banyak, ya itu kan yang dipercaya, yang like ini kan jadi persoalan," tutur Muannas.

"Makanya, dari pada fakta itu menimbulkan polemik. Dokter protes, akademisi protes, menteri protes, masyarakat luas protes, gitu lho, masalahnya gitu,” tambahnya.

Oleh karenanya, Muannas beranggapan proses hukum terhadap Anji dan Hadi Pranoto jadi satu-satunya jalan untuk menyudahi polemik. Setidaknya lewat laporan polisi, Muannas berharap Anji bisa belajar untuk tidak sekadar membuat konten di platform publik semata guna mengejar keuntungan.

Anji

“Makanya untuk menghindari itu, maka harus dilakukan proses hukum supaya ini bisa dipertanggungjawabkan. Kalau nyatanya bisa benar-benar penemuan, oh luar biasa juga, itu harus diapresiasi. Tapi kalau ternyata itu hoaks, ya kan keterlaluan juga, makanya ini harus jadi pembelajaran juga untuk semua pihak,” pungkasnya.

Muannas Alaidid melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas tuduhan menyebar berita bohong lewat konten obat COVID-19. Keduanya dikenakan Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A UU ITE dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

1
2
BERITA FOTO
+ 5

Ganjil-Genap Diberlakukan pada 25 Ruas Jalan di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan roda empat pribadi di 25 ruas jalan di Jakarta untuk membatasi mobilitas warga dan menghindari adanya penumpukan kendaraan di jalan raya pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini