Pelapor Anggap Anji Sebarkan Berita Bohong

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 33 2256549 pelapor-anggap-anji-sebarkan-berita-bohong-yM4LdwpDjA.jpg Anji (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anji dianggap menyebar berita bohong lewat konten obat Covid-19 yang dia hadirkan bersama Hadi Pranoto. Anggapan tersebut datang dari Muannas Alaidid yang sudah membuat laporan resmi terhadap Anji dan Hadi.

“Intinya banyak pernyataan kontroversial yang disampaikan,” ujarnya saat dihubungi awak media.

Baca Juga:

Catat Nama Orang yang Kritik Videonya, Anji: Ini Momen Memfilter Teman

Dokter Tirta Ingin Ajak Anji Diskusi Soal Obat Covid-19

Anji


Kontroversi pertama dimulai dari pernyataan soal tarif rapid dan swab test dalam video tersebut. Menurut Muannas, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat karena belum ada bukti signifikan.

“Menyangkut soal rapid test dan swab test yang menurut dia ada tekniknya gitu, dengan digital technology, biayanya itu cuma Rp10 sampai Rp20 ribu. Itu kan bisa saja publik berpikir ratusan sampai jutaan, berarti ini cari duit dong dan ini enggak benar dong. Itu yang bisa menimbulkan polemik dan keresahan di masyarakat, ya kan,” jelasnya.

“Dia menjamin metode itu lebih efektif. Dia harus membuktikan itu, metodenya apa dengan Rp10 atau 20 ribu itu, gitu loh. Kalau dia enggak bisa membuktikan, maka dia dianggap menyebar berita bohong,” imbuh Muannas.

Selain itu, Muannas juga menyoroti pernyataan Hadi Pranoto soal obat Covid-19. Mengingat hingga saat ini, belum ada obat yang terbukti ampuh untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

“Soal klaim dirinya adalah penemu dari antibodi Covid-19, sementara dunia bilang belum ada obatnya. Paling yang bisa dilakukan adalah jaga jarak, menggunakan masker dan lain sebagainya. Sementara dia mengklaim sudah menyembuhkan banyak orang, badannya sehat dan mulai merasa kembali muda. Kan mengklaim itu kan harus dibuktikan rekam medisnya seperti apa,” kata Muannas.

Ditambah lagi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga sudah memberikan pernyataan resmi bahwa Hadi Pranoto bukan bagian dari mereka.

Baca Juga:

Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penyebaran Hoaks

Videonya Bikin Heboh, Anji: Saya Rasa yang Harus Minta Maaf Hadi Pranoto

Anji

“Kalau betul itu penemuan harus diapresiasi, tapi faktanya itu malah menimbulkan polemik. IDI bahkan menyatakan kalau dia bukan dokter, tidak tercatat dalam database IDI. Kemudian dia bukan pakar mikrobiologi, jadi yang ditangkap publik adalah ini yang benar yang mana?,” pungkas Muannas.

Atas laporan Muannas Alaidid, Anji dan Hadi Pranoto terancam pidana karena dikenakan dugaan pelanggaran UU ITE dan penyebaran berita bohong. Keduanya dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A UU ITE dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

1
2
BERITA FOTO
+ 7

7 Gaya Cantik Hana Hanifah yang Diduga Tersandung Kasus Prostitusi

Memakai tank top putih makin terlihat cantik. (Foto : Instagram @hanaaaast)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini