DEPOK - Keluarga membeberkan kronologi berpulangnya Omas. Kata putra Omas, Dio, kepergian sang ibu terjadi tiba-tiba.
“Ibu meninggalnya tiba-tiba,” ujar Dio di rumah duka di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat (17/7/2020).
Diceritakan Dio, Omas sempat pingsan tiba-tiba setelah mengkonsumsi vitamin di siang hari. Usai berhasil disadarkan, Omas juga mengalami peningkatan suhu badan.
“Dia minum vitamin sudah mulai lancar, sampai akhirnya setengah 11 pingsan. Diusahain, alhamdulillah setengah 12 sadar lagi. Habis sadar, tidur lagi. Badannya panas habis Zuhur,” tuturnya.

Baca Juga: Berduka Kehilangan Omas, Soimah: Seniman Betawi Luar Biasa
Omas juga beberapa kali mengalami sesak napas setelah meminun obat penurun panas. Sempat membaik di sore hari, kondisi kesehatan Omas kembali menurun saat tiba waktu Magrib hingga akhirnya meninggal dunia.
“Dikasih obat penurun panas, turun panasnya, tapi tersedak. Sempat tidur lamaan pas habis Asar, nyesek lagi. Kasih minum pelan-pelan, alhamdulilah baik lagi,” jelas Dio.
“Puncaknya itu pas Magrib. Kesedak juga, nyesek juga sampai gelagapan. Kasih minum segala macam, enggak ada reaksi apa-apa sampai akhirnya berhenti sendiri,” pungkasnya.
Omas meninggal dunia pada 16 Juli 2020. Menurut keterangan keluarga, Omas mengidap penyakit gula, asma serta masalah lambung.
Jenazah Omas dimakamkan di TPU Pedurenan, Cimanggis, Depok.
(edh)