Virus Korona Bawa Pengaruh Hancurnya Industri Film Eropa

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 206 2172134 virus-korona-bawa-pengaruh-hancurnya-industri-film-eropa-NurvUEIDYa.jpg Ilustrasi film (Foto: ist)

LOS ANGELES - Para pelaku bisnis film China sudah memutuskan untuk menarik diri dari pasar Eropa, terutama Berlin. European Film Market mengonfirmasi bahwa 118 perusahaan dan pelaku individu dari China sudah menarik diri persaingan di tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan mereka tidak bisa bepergian jauh karena adanya krisis virus Korona. Meski demikian, beberapa pelaku veteran China masih berupaya ikut berpartisipasi lewat jarak jauh.

Baca Juga:

Pakai Heels di Dalam Rumah BCL, Syahrini Tuai Kritik Pedas Publik

Masih Berduka, BCL Batal Tampil di Love Fest

Ilustrasi film

"Beberapa penjual masih sangat supportif dan membagikan line-upnya kepada kami melalui email dan telepon," kata Cingy Mi Lin, CEO distributor Infotainment China Media seperti dilansir dari Hollywood Reporter,

Permasalahan besar lain yang ditimbulkan oleh virus Korona di industri kreatif adalah keputusan beberapa distributor untuk menarik film-film mereka dari rencana penayangan di China. Beberapa bioskop di Negeri Tirai Bambu bahkan sudah ditutup karena sepinya pengunjung. Pemerintah melarang warganya untuk bepergian ke area publik karena takut penyebaran virus Korona semakin meluas.

Disney yang sejatinya siap merilis Mulan pada 27 Maret, belum menentukan sikap apakah akan meluncurkan film itu di tanah asal ceritanya. Sementara James Bond No Time to Die sudah mengetok palu tidak akan menggelar gala premiere di China seperti rencana awalnya.

Baca Juga:

Sebelum Meninggal, BCL Mengira Ashraf Sinclair Hanya Tertidur Pulas

Profil Aishah Sinclair, Adik Mendiang Ashraf Sinclair

Ilustrasi virus Korona


Setidaknya, bioskop-bioskop di China baru akan dibuka kembali pada bulan Mei. Dan ketika semuanya sudah dibuka kembali, para pelaku bisnis harus menentukan film mana yang akan ditayangkan terlebih dahulu. Pasalnya ada begitu banyak film produksi China yang batal tayang karena terdampak virus Korona. Sementara itu mereka juga harus memikirkan ulang kerja sama dengan para distributor film luar agar tetap menayangkan film-film dari Hollywood.

"Tragedi yang sesungguhnya adalah virus dan nyawa yang hilang, tapi situasi ini juga membuat industri filmnya hancur," kata Jeffrey Greenstein, presiden Millennium Media.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini