Perangi Perundungan, Nikki Thierry Usung Lagu Bye Bye

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 205 2160713 perangi-perundungan-nikki-thierry-usung-lagu-bye-bye-HPwPV01zTB.jpg Nikki Thierry (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus perundungan atau bully belakangan ini semakin marak saja, hal tersebut rupanya memantik ide penyanyi Nikki Thierry untuk menciptakan lagu bertajuk Bye Bye.

Nikki Thierry mengungkapkan bahwa bully atau perundungan yang terjadi belakangan ini di tengah masyarakat Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan sehingga ia memilih untuk menuangkan dalam bentuk karya.

Menurutnya, bully bisa saja membahayakan bagi para korbannya.

 

Baca Juga: Lagu Ketiga Nikki Thierry Sukses Bergema dari Medan hingga Balikpapan

“Bully itu bahaya banget untuk kesehatan mental. Bully itu enggak sepele dan buat bercandaan. Kok, enggak ada yang bantu kasih tahu kalau ada jalan keluar, kok di luar mengambil nyawa sendiri. Udah enggak zaman nge-bully, udah ganti dekade. Seorang pem-bully itu biasanya karena iri hati dengan yang di-bully. Seorang pem-bully menutupi kekurangan dirinya dengan mem-bully,” ujar Nikki belum lama ini.

Bukan tanpa alasan Nikki mengusung lagu berajuk Bye Bye tersebut. Rupanya, ia juga pernah mengalami bully dalam kehidupannya.

“Waktu itu sempat di comment negatif sama teman sendiri, karena aku enggak jadi kuliah ke luar negeri. Dia sempat bilang ‘yah, jauh-jauh dari Australia jadinya di Indonesia lagi’,” ungkapnya

Meski mengalami bully merupakan hal yang tidak nyaman, nyatanya Nikki Thierry bisa lepas dari jeratan bully tersebut.

Baca Juga: Diasah Tompi hingga Mendiang Mike Mohede, Nikki Thierry Tunjukkan Serius Bermusik

 

"Tapi, pada akhirnya aku mikir, buat apa mikirin apa kata dia. Lagipula, yang menjalankan aku. Aku tau apa yang aku mau,” jawabnya.

Lagu Bye Bye sendiri tidak serta merta diciptakan begitu saja oleh Nikki. Ia mengungkapkan dalam proses pembuatannya, terdapat pengubahan bahasa dari bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia.

 

“Jadi, ada tantangan waktu. Menjadikan lagu ini masuk dalam bahasa Indonesia, tetapi maknanya tetap sama. Proses selesai lagunya selama sebulan. Itu sudah menjadi bahasa Indonesia. Kalau dengan rekaman, mixing, dan mastering bisa sekitar 1 tahun lebih,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini